Lima Laga Klasik Arsenal Kontra Liverpool

Menjelang pertemuan Arsenal kontra Liverpool, Goal mempersembahkan lima laga klasik antara kedua rival ini di era Liga Primer.

OLEH JASON ROBERT Ikuti di twitter

Laga antara Arsenal menghadapi Liverpool memiliki sejarah panjang, meski kedua tim bukanlah rival utama, pertemuan antara keduanya selalu berlangsung sengit. Tidak sedikit momen bersejarah lahir saat mereka berduel di lapangan hijau.

Misalnya saja, gol Michael Thomas di Anfield pada menit-menit akhir pertandingan antara kedua tim yang memastikan gelar juara liga jatuh ke tangan Arsenal pada tahun 1989. Atau ketika Robbie Fowler mencetak hat-trick dalam kurun waktu di bawah lima menit (yang merupakan rekor trigol tercepat di Liga Primer Inggris). Singkat kata, pertandingan antara Arsenal dan Liverpool adalah duel yang sayang jika dilewatkan.

Berikut ini Goal mempersembahkan beberapa laga klasik antara kedua tim di era Liga Primer Inggris .

Arsenal datang ke Anfield dengan status sebagai pemimpin klasemen sementara Liga Primer. Namun dalam kurun waktu 20 menit saja, Liverpool menghancurkan ambisi juara The Gunner s . Martin Skrtel mencetak dua gol, ditambah masing-masing satu gol oleh Raheem Sterling dan Daniel Sturridge . Namun penderitaan Arsenal belum selesai, Sterling mecetak gol keduanya di babak kedua, sebelum Mikel Arteta mencetak gol semata wayang Arsenal lewat titik penalti.

Kemenangan telak ini menghancurkan mental pemain Arsenal, yang membuat mereka tergelincir dari posisi pemuncak Liga Primer ke posisi ke empat pada akhir musim. Sedangkan Liverpool menorehkan tren positif dengan memenangkan 10 laga berikutnya, walaupun pada akhirnya hal tersebut tidak cukup untuk membawa mereka meraih gelar juara Liga Primer untuk pertama kalinya.

Satu-satunya kemenangan Liverpool di kandang Arsenal dalam 15 tahun terakhir terjadi pada bulan Agustus 2011, saat The Reds asuhan Kenny Dalglish, dimotori oleh Luis Suarez dan Raul Meireles mampu mengalahkan Arsenal di Emirates Stadium. Sepanjang pertandingan, Arsenal mampu mengimbangi Liverpool, namun ketika Laurent Koscielny harus ditarik karena cedera disusul kartu merah bagi Emmanuel Frimpong, giliran tim tamu yang ganti berada di atas angin.

Gol pertama Liverpool tercipta setelah bola sapuan Ignasi Miquel membentur Aaron Ramsey dan malah merobek jala gawang Arsenal. Menjelang akhir pertandingan, bola terobosan Meireles diselesaikan dari jarak dekat oleh Suarez untuk memastikan tiga angka bagi Liverpool. Pertandingan ini merupakan pertanda buruk bagi tim asuhan Arsene Wenger , yang dihancurkan Manchester United dengan skor 8-2 di pertandingan mereka berikutnya.

Pertandingan ini dikenal juga sebagai pertandingan dimana Andrei Arshavin memperkenalkan dirinya ke publik Inggris. Bagaimana tidak, pemain yang baru saja didatangkan Arsenal dua bulan sebelumnya itu, memboyong seluruh empat gol tim gudang peluru tersebut di Anfield.

Arshavin mencetak gol pembuka pertandingan sebelum Liverpool membalasnya lewat gol-gol Fernando Torres dan Yossi Benayoun. Namun, dua gol dalam tiga menit di babak kedua membuat Arsenal kembali berbalik unggul. Torres lalu menctak gol penyeimbang sebelum gol ke empat Arshavin dibalas oleh Benayoun untuk memastikan kedua tim masing-masing saling berbagi satu angka.

Meski karir Arshavin bersama Arsenal tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi ketika ia didatangkan dari Zenit St. Petersburg, namun untuk satu malam di Anfield, ia memberikan memori yang akan selalu dikenang oleh para fans Arsenal.

Musim 2003-2004 merupakan musim yang bersejarah bagi Arsenal. Namun setelah disingkirkan Manchester United dan Chelsea dari ajang Piala FA dan Liga Champions, musim Arsenal terancam berantakan. Dalam duel melawan Liverpool pada hari Jumat Agung tahun 2004, Arsenal tertinggal 2-1 setelah babak pertama, untungnya bagi Arsenal, mereka memiliki Thierry Henry.

Setelah membantu tim tuan rumah menyamakan kedudukan, Henry lalu mencetak dua gol tambahan untuk melengkapi hat-trick -nya hari itu sekaligus mengantarkan Arsenal unggul dengan skor 4-2. "Gol kedua Thierry Henry menakjubkan," ujar Wenger. "Tidak ada yang lebih buruk daripada kekalahan kami di Liga Champions, tetapi respon kami hari ini sesungguhnya sangat hebat." Arsenal pun mengakhiri musim tersebut tanpa menelan satupun kekalahan di liga.

Sebelum pertemuan kedua tim pada bulan April 2004, Liverpool membuktikan diri mereka sebagai lawan yang tangguh bagi Arsenal sebelumnya di awal musim. Bertandang ke Anfield tanpa kehadiran kapten Patrick Vieira yang mengalami cedera, Arsenal berada dalam tekanan sepanjang pertandingan. Hasilnya, Harry Kewell membawa tim tuan rumah unggul setelah 13 menit.

Namun Liverpool membuang beberapa peluang emas untuk menjauhkan diri dari tim tamu. Hasilnya, Arsenal mampu menyamakan kedudukan setelah tendangan bebas Robert Pires dibelokkan oleh Sami Hyypia dan membobol gawangnya sendiri. Performa Arsenal semakin membaik di babak kedua, dan lagi-lagi Pires yang akhirnya muncul sebagai aktor kunci kemenangan, setelah golnya memastikan Arsenal merebut tiga angka penuh.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.