Lima Pelajaran Dari Laga Myanmar Kontra Indonesia

Ada kelebihan dan kekurangan yang diperlihatkan timnas Indonesia saat bermain imbang tanpa gol dengan Myanmar. Apa saja?

Timnas Indonesia hanya bermain imbang tanpa gol pada laga uji coba tandang mereka melawan Myanmar di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Jumat (4/11). Ini merupakan laga uji coba tandang pertama bagi skuat Garuda setelah lepas dari sanksi FIFA per Mei 2016 lalu.

Seperti diketahui, ini adalah bagian dari rangkaian persiapan timnas Indonesia untuk Piala AFF 2016. Sejauh ini, skuat asuhan Alfred Riedl sudah menjalani tiga kali uji coba.

Dua uji coba di kandang menghasilkan kemenangan atas Malaysia (3-0) dan imbang dengan Vietnam (2-2). Pada laga melawan Myanmar, terlihat masih ada kelemahan di skuat timnas Indonesia. Meski, kelebihan yang ada di tim Merah Putih juga sudah mulai terlihat. 

Bek Sayap Masih Rapuh

Myanmar kerap membongkar pertahanan Indonesia melalui sisi sayap. Dua bek sayap Indonesia yang dihuni Beny Wahyudi dan Muhammad Abduh Lestaluhu terlihat kewalahan menahan gempuran yang dilancarkan Yan Aung Kyaw dan kawan-kawan.

Beberapa kali, para pemain Myanmar mampu menerobos dengan baik maupun mengirimkan umpan silang berbahaya dari sisi sayap. Beruntung, Myanmar juga masih mengalami kebuntuan di laga ini lantaran beberapa peluang yang ada gagal berbuah gol.

Duet Bek Tengah Solid

Duet bek tengah yang diisi Rudolof Yanto Basna-Fachruddin Wahyudi Aryanto sudah semakin solid. Mereka beberapa kali mampu menjegal akselerasi para penyerang Myanmar dengan tepat.

Keduanya juga mampu saling menutup lubang, ketika dua bek sayap bisa dilewati oleh para pemain Myanmar. Beberapa kali, Yanto Basna maupun Fachruddin mampu melakukan tekel bersih di area pertahanan sendiri. Rasanya, sudah bisa terlihat siapa yang akan dipercaya Riedl menjadi duet bek tengah inti di Piala AFF nanti. 

Lini Depan Buang Peluang

Berbeda dengan ketika bermain di laga kandang, ketika bermain tandang lini depan timnas Indonesia ternyata masih tumpul. Boaz Solossa dan Lerby Eliandry Pong Babu yang dipasang di lini depan gagal memanfaatkan beberapa peluang emas yang dimiliki. 

Dukungan dari Zulham Zamrun dan Bayu Gatra Sanggiawan dari sisi sayap juga masih belum bisa membantu untuk membobol gawang tim tuan rumah. Setidaknya, Boaz gagal mencetak gol dari dua peluang emas yang dimilikinya.



Bermain Monoton

Timnas Indonesia terlihat bermain monoton saat menghadapi Myanmar. Para pemain seperti kehilangan arah saat memegang bola, dan kreasi lini tengah tim sangat minim ketika melakukan serangan. Alhasil, dua penyerang Indonesia Boaz Solossa dan Lerby Eliandry lebih banyak diam karena tidak adanya pasokan bola untuk mereka.

Selain itu, Bayu Pradana dan Evan Dimas yang diplot sebagai pemain tengah juga bermain kurang maksimal. Mereka kurang berani melakukan tusukan dari tengah serta ragu-ragu ketika ingin memberi umpan terobosan kepada dua penyerang timnas Indonesia yang sudah menunggu. 

Serangan Sayap Mudah Terbaca

Timnas Indonesia kembali memilih dua pemain sayap yang mempunyai kecepatan yakni Zulham Zamrun dan Bayu Gatra saat uji coba lawan Myanmar. Mereka pun menjadi motor serangan ketika timnas Indonesia melakukan serangan balik ke jantung pertahanan lawan.

Akan tetapi langkah yang dilakukan Riedl mudah terbaca oleh para pemain Myanmar, sehingga upaya dilakukan timnas Indonesia dengan mudah dipatahkan. Ini karena pada dua uji coba sebelumnya saat melawan Malaysia dan Vietnam, tim Garuda memainkan pola serupa.