Lima Permata Chelsea Siap Tempa

Inilah para youngster Chelsea yang bakal dipromosikan ke skuat utama musim depan. Jose Mourinho mengisyaratkan hanya akan mengambil tiga hingga empat pemain. Siapa paling layak?

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Kalau Anda masih menganggap Chelsea sebagai tim instan yang suka menghambur-hamburkan puluhan juta poundsterling untuk membeli pemain, maka mulai sekarang singkirkanlah anggapan tersebut secara perlahan.
Belanja besar memang masih menjadi agenda tahunan, namun ada gejala kuat bahwa Chelsea kini lebih fokus dalam berinvestasi pemain muda. Bukannya mau mengklaim diri sebagai fans sejati The Blues atau penyumbang suara lantang untuk laskar Mourinho, namun semua ini berdasarkan fakta bahwa Chelsea saat ini mulai menunjukkan otot-otot mereka di level junior.
Dua pekan lalu, Chelsea U-19 mampu menjuarai UEFA Youth League dengan membekuk Shakhtar Donetsk. Selain itu, anak-anak muda Chelsea juga tinggal selangkah lagi mempertahankan gelar FA Youth Cup 2015 di mana dalam empat musim terakhir mereka selalu berhasil menembus babak final turnamen tersebut.
Ini adalah kabar baik bagi tim senior mereka yang musim ini memasuki periode menggembirakan bersama Jose Mourinho. Sang manajer tentu saja mempertimbangkan para youngster tersebut untuk dipromosikan ke tim utama musim depan, namun ia tidak berjanji memberikan kesempatan bagi seluruh pemain mudanya itu.
“Saya tidak bisa membentuk skuat berisikan sepuluh orang dewasa dan sepuluh anak-anak. Saya harus memiliki skuat seperti saat ini: 16 atau 17 pemain senior dan tiga atau empat pemain junior,” tutur Mourinho. “Tidak ada ruang bagi pemain yang belum matang mengingat tingginya tuntutan, tekanan, dan tanggung jawab di klub ini.”
Mourinho benar. Ia sudah menegaskan tidak akan seekstrem Sir Alex Ferguson yang pada dua dekade lalu mempromosikan hampir seluruh tim yunior Manchester United dan untungnya mengalami sukses fenomenal sehingga kini dikenang sebagai Class of 1992.
The Special One barangkali masih ingin main aman. Namun, ia sama sekali tak boleh mengesampingkan beberapa permata siap tempa berikut ini. Menurut Anda, siapa saja di antara segerombolan anak muda Chelsea ini yang sudah layak menyongsong level lebih tinggi?

Dari semua nama youngster Chelsea yang tersedia, Mourinho paling suka dengan gelandang yang satu ini. Tinggi, kuat, atletis, dan tenang ketika menguasai bola. Ya, Ruben Loftus-Cheek punya segala syarat untuk menjadi pendamping Nemanja Matic atau Cesc Fabregas musim depan.
Loftus-Cheek sendiri sudah dijanjikan Mourinho untuk dipromosikan. “Musim depan, Ruben bukanlah seorang anak yang sedang dalam proses perkembangan. Dia akan menjadi pemain tim utama, siap bermain dan berkompetisi. Ruben akan siap secara fisik maupun mental,” ujar Mou.
Dengan keberadaan Loftus-Cheek di skuat, Chelsea tak perlu memboroskan uang sekitar £70 juta hanya untuk memboyong gelandang lain yang punya gaya permainan mirip dengan dirinya: Paul Pogba (Juventus).

Nama Dominic Solanke mencuat di Chelsea ketika ia masuk sebagai pemain pengganti dalam fase grup Liga Champions musim ini melawan Maribor di Stamford Bridge. Itulah debut impian bagi sang bomber muda: tampil di depan pendukungnya sendiri di kompetisi antarklub termegah.
Namun, mimpi Solanke baru akan benar-benar menjadi kenyataan jika ia dipanggil Mourinho musim depan. “Untuk saat ini, jika kondisi Diego Costa tidak fit, maka posisi striker akan diperebutkan dirinya [Solanke] dan Didier Drogba. Akan menjadi kesalahan besar jika musim depan ia dipinjamkan ke klub lain,” ujar Mou menyadari potensi besar Solanke, yang tahun lalu terpilih sebagai England Men’s Youth Player of the Year.
Jika Loftus-Cheek sudah dijanjikan tempat, maka Solanke adalah nama berikutnya. Penyerang yang musim ini sudah mencetak 35 gol bagi tim junior Chelsea ini terbukti siap bersaing di level tertinggi. Dalam final UEFA Youth League melawan Shakhtar (menang 3-2) dan partai pertama final FA Youth Cup kontra Manchester City (menang 3-1), Solanke berhasil mencetak sebiji gol.

Salah satu penyerang lain yang tak kalah garang ialah Isaiah “Izzy” Brown. Berstatus sebagai kapten tim junior Chelsea, Brown punya semua syarat yang membuatnya layak disebut sebagai sosok penyerang modern: postur tinggi, memiliki kecepatan, penyelesaian akhir mumpuni, dan penempatan posisi yang bagus. Kegemarannya bermain melebar di sayap membuat Brown sedikit-banyak menyerupai Thomas Muller.
Pertengahan April lalu, Brown menjalani pekan mengesankan. Usai mengapteni Chelsea U-19 dalam kemenangan 4-0 kontra AS Roma di semi-final UEFA Youth Cup, ia kembali ke Inggris untuk masuk dalam susunan pemain cadangan melawan QPR, dan sehari setelahnya langsung terbang ke Swiss untuk melakoni final UEFA Youth Cup di mana ia berhasil mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2 atas Shakthar.
Brown sejatinya bukan produk asli Chelsea mengingat ia dipinang dari tim junior West Bromwich Albion, tempat di mana ia menorehkan catatan sebagai debutan termuda kedua sepanjang sejarah Liga Primer Inggris pada Maret 2013 silam. Penggemblengannya yang berhasil di Chelsea kiranya sudah cukup untuk membuat Willian bakal punya tandem rambut kribo di musim depan.

Chelsea adalah contoh ekstrem dalam hal peminjaman pemain. Bagaimana tidak, mereka sedikitnya meminjamkan 25 pemain ke klub lain di seantero Eropa. Jumlah tersebut sudah lebih dari cukup bagi The Blues untuk membentuk tim kedua mereka: Chelsea Loan FC.
Apapun itu, dari semua loanee tersebut, Patrick Bamford mencuat sebagai sosok yang paling sukses. Total, Bamford sudah menceploskan 17 gol di divisi Championship musim ini bersama Middlesbrough. Namanya kian meroket pada Februari lalu ketika golnya menghadirkan kekalahan mengejutkan Manchester City di babak keempat Piala FA.
Statistik mantap, pergerakan lincah, pandai mengeksploitasi ruang, dan naluri gol yang tajam seharusnya mampu memikat hati Mourinho dan stafnya. "Saya ingin bermain untuk Chelsea. Saya berharap mendapat kesempatan tersebut sebab saya merasa sudah bisa bersaing," tutur striker yang sebelumnya dipinjamkan ke MK Dons dan Derby County ini.

Jika nama-nama di atas mungkin lebih banyak berisikan penyerang, maka Jay Dasilva muncul sebagai garda terdepan pemain bertahan yang layak dipromosikan untuk mengikuti jejak Tomas Kalas, Nathan Ake, dan Andreas Chritensen di musim lalu dan musim ini. Jika sukses, ia mungkin bisa menyamai John Terry, satu-satunya jebolan akademi Chelsea yang bertahan di tim utama sampai sekarang.
Setidaknya, prediksi itu sudah diutarakan oleh legenda Arsenal, Ian Wright, yang menyebut Dasilva sebagai ‘pemain yang lebih baik ketimbang bek kiri manapun yang bermain di Liga Primer Inggris’. Hal ini diungkapkan Wright selepas melihat Dasilva dan Chelsea U-19 menjadi juara Eropa di Swiss.
Pujian tersebut memang sedikit berlebihan mengingat EPL masih memiliki Leighton Baines, Kieran Gibbs, Luke Shaw, sementara Cesar Azpilicueta dan Filipe Luis menguasai pos bek kiri Chelsea. Namun, melihat perkembangan pesatnya dalam tiga musim terakhir, tidak ada yang tidak mungkin bagi Jay Dasilva -- yang diboyong Cheslsea dari Luton Town pada 2012 bersama dua saudara kembarnya, Cole dan Rio, -- untuk merajut mimpi bersama The Blues.

Di samping kelima pemain di atas, ada beberapa pemain yang juga layak dipertimbangkan Mourinho. Penyerang Bertrand Traore (19) semakin bersinar dalam masa peminjamannya di Vitesse Arnhem, mengikuti jejak Lucas Piazon (21) yang kini dipinjamkan ke Eintracht Frankfurt.
Sementara itu, gelandang Lewis Baker (20) sedang menikmati masa peminjaman di MK Dons. Gelandang lainnya, Nathaniel Chalobah (20) yang tahun lalu disebut-sebut sebagai talenta terbaik Inggris, kini ditugaskan di Reading. Seluruh pemain yang dipinjamkan Chelsea bisa dilihat di sini.
Di tim junior Chelsea, terdapat nama-nama lain yang mulai menunjukkan potensi mengagumkan seperti Charly Musonda Jr (18), Tammy Abraham (17), dan Jeremie Boga (18).

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.