Lima Transfer Terbaik Ligue 1 Prancis Musim Ini

Lima pemain Ligue 1 Prancis ini seketika melejit bersama klub barunya, yang lantas membuat mereka pantas menerima predikat transfer terbaik musim ini.

Bisa dikatakan, Ligue 1 Prancis 2015/16 menjadi tempat kebangkitan para pemain yang semula berada di titik nadir kemudian kembali menjadi sosok yang terang benderang.

Lonjakan statistik performa mewarnai perjalanan karier mereka bersama klub anyar setelah semusim sebelumnya tak kuasa mengembangkan diri di tim lawasnya. Tak ayal bila mereka layak dikategorikan sebagai rekrutan terbaik di Negeri Mode tersebut.

Dengan berakhirnya kampanye 2015/16, yang mana Paris Saint-Germain keluar sebagai kampiun untuk keempat kalinya secara beruntun dengan memecahkan rekor juara tercepat hanya dalam 30 journe alias menyisakan delapan pekan lagi, Kami memaparkan lima transfer terbaik dari Ligue 1 musim ini. Siapa saja?

ANGEL DI MARIA
£63 juta dari Manchester United

Dari berstatus sebagai transfer terburuk di musim 2014/15, reputasi itu seketika berputar drastis 180 drajat menjadi rekrutan terbaik musim ini!

Bintang Argentina itu merapat ke Paris Saint-Germain setelah keluar dari mimpi buruk bersama Manchester United. Bagai terlahir kembali, di Maria menemukan apa yang hilang dari dirinya selama berada di Old Trafford.

April lalu, eks bintang Benfica dan Real Madrid ini menjadi pahlawan yang mengantarkan PSG mendulang trofi Coupe de la Ligue berkat gol penentunya saat bentrok dengan Lille di Stade de France.

Di akhir edisi 2015/16, sang pemain mencatatkan 18 assist, sebuah rekor umpan tertinggi dalam sejarah Ligue 1. Jangan lupakan pula sepuluh gol yang dikemasnya, serta berada di jajaran tiga besar nominator pemain terbaik Ligue 1 musim ini, yang mana semua prestasi ini menggambarkan betapa cemerlangnya pemilik nomor punggung 11 ini sejak mengabdi bagi Les Parisiens.

HATEM BEN ARFA
Gratis dari tanpa klub

Setelah melalui musim yang "berantakan" bersama Newcastle United dan Hull City, siapa yang menyangka, kepulanangannya ke kampung halaman dengan bergabung Nice membawa berkah tersendiri bagi dirinya pribadi dan klub.

Alih-alih mulai menurunkan intensitas permainan dari level tertinggi ala Liga Primer Inggris, Ben Arfa justru tampil spartan bersama Nice musim ini. Publik Ligue 1 mungkin tak akan lupa dengan salah satu gol terbaiknya musim ini lewat atraksi solo menghadapi Caen dan berbagai gol krusial lainnya dalam koleksi 17 golnya musim ini, pencapaian mentereng yang tak pernah dirasakannya selama berkarier sebagai pemain profesional. Fantastis!

Performa super dari Ben Arfa ini praktis menempatkannya dalam lis tiga besar calon perengkuh gelar pemain terbaik Ligue 1 2015/16 dan sukses menghadiahi klub satu tempat untuk mentas di Liga Europa musim depan.

Wajar bila kemudian klub sekelas Barcelona mulai curi-curi pandang padanya. Di samping itu, Euro 2016 juga berpeluang menjadi momen penegasan bagi Ben Arfa jika dirinya belumlah habis seiring dengan kepercayaan manajer Didier Deschamps yang membawanya dalam 23 nama skuat final Prancis untuk turnamen tertinggi antarnegara Eropa tersebut.

LASSANA DIARRA
Gratis dari tanpa klub

Tua-tua keladi! Ungkapan ini sepertinya pas untuk merepresentasikan sosok Diarra. Sempat dikira hanya akan menjadi pelapis saat didatangkan Olympique Marseille di musim panas lalu, sang defensive midfielder rupanya menjadi figur integral bagi kubu Stade Velodrome.

Kehadirannya di depan barisan belakang tim memberi proteksi tambahan dalam membendung serangan awal dari seteru. Sekurang-kurangnya, tiga tekel bersih selalu disajikannya dalam setiap pertandingan. Jika tidak dirundung beberapa kali episode cedera, pemain 31 tahun ini mungkin akan selalu terlibat di starting XI Marseille dalam 38 laga semusim.

Di malam Trophees UNFP du Football beberapa waktu lalu, pemain yang pernah membela tujuh klub berbeda ini masuk dalam daftar kandidat peraih pemain terbaik dan mengisi jajaran tim terbaik Ligue 1 musim ini. 

VALERE GERMAIN
Pinjam dari AS Monaco

Tidak begitu banyak memberi pengaruh di lini depan membuat AS Monaco tak berpikir panjang untuk berpisah sementara dengan striker masa depannya, Valere Germain.

Nice pun menampungnya di jendela transfer musim panas kemarin dengan status peminjaman. Tak dinyana, pemain 26 tahun itu sungguh menunjukkan performa prima dengan tak sekali pun absen selama satu musim penuh! Bahkan, dia bisa kembali membukukan dua digit gol [14 gol], pencapaian yang terahir kali diukirnya ketika berkancah di Ligue 2 bersama Monaco di musim 2012/13.

Bersama Ben Arfa, Germain menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan klub menyegel tiket ke Liga Europa musim depan. Hebatnya, sekira 50 persen lebih dari keseluruhan gol Nice musim ini adalah andil dari duo ujung tombak andalannya tersebut. 

RYAD BOUDEBOUZ
£1,2 juta dari Bastia

Periode 2015/16 menjadi musim terbaik pemain Prancis berdarah Aljazair ini. Memainkan free role sejak bergabung dengan Montpellier di awal musim ini membuat sang playmaker bisa memaksimalkan kemampuan terbaiknya.

Di klub-klub sebelumnya, tak banyak distribusi assist dihasilkannya atau dengan kata lain tak pernah bisa membuat umpan hingga menyentuh dua digit angka. Tentu saja catatan tersebut tak bisa dibanggakan sebagi seorang playmaker. Namun bersama La Paillade, pemilik nomor punggung 10 ini menjelma sebagai kreator terbaik tim.

Di akhir musim, 11 assist -- hanya kalah dari Angel di Maria [18] dan Zlatan Ibrahimovic [13] dalam daftar pengumpan tertinggi tim -- dan dua gol menjadi penanda debut gemilangnya di tengah Montpellier yang berjuang terhindar dari ancaman degradasi.

Topics