Lionel Messi, Pemain Paling Dominan Sepanjang Masa

Si Kutu baru saja menyabet gelar Ballon d'Or untuk kelima kali. Bukti bahwa tak ada pemain lain yang mampu menciptakan dominasi seperti Leo...

Messi lagi, Messi lagi. Pemain yang satu ini tampaknya tak pernah lelah mengukir sejarah. Padahal, sebelum nama Si Kutu mencuat saru dekade lalu, rekor-rekor pertandingan biasanya dicatat oleh sejumlah legenda, tidak hanya satu. Tapi sekarang, sepertinya tak ada tempat bagi pemain lain menorehkan tinta emas. Semuanya dibabat habis si kapten tim nasional Argentina. 

Sebelum Lionel Messi, tak ada pemain yang menyabet empat Ballon d'Or, apalagi lima. Tapi apa yang tampak mustahil bagi orang lain, seolah berjalan mulus untuk Messi. Di usia yang baru 28, sang penyerang ini menggondol penghargaan individu paling prestisius untuk kelima kalinya di Zurich, Senin malam. Andai tak ada lagi nama Messi untuk menambah trofi hingga beberapa tahun ke depan, bukan tak mungkin rekornya bakal dipatahkan dalam waktu dekat. Bahkan mungkin selamanya. 

Perlu dicatat bahwa, kehebatan Messi tak hanya dalam persaingan Ballon d'Or. Masih banyak cerita manis serta milestones lain yang melibatkan nama La Pulga. Pecinta sepakbola tentu masih ingat bagaimana Messi memecahkan rekor demi rekor pada 2012 lalu. Salah satu yang paling fenomenal adalah jebolan La Masia ini resmi menjadi top skor sepanjang masa Barcelona, mengalahkan catatan Cesar Rodriguez yang bertahan selama 57 tahun! Masih di tahun yang sama, Messi juga tercatat sebagai pemegang rekor gol terbanyak dalam satu musim di La Liga (50), sementara 73 golnya di semua kompetisi Eropa melampaui catatan 67 Gerd Muller. Ia juga menjadi pemain pertama yang mematahkan rekor 71 gol Raul Gonzales di Liga Champions, meski saat ini tertinggal dari Cristiano Ronaldo di kompetisi terelite Benua Biru. 

Sementara itu, catatan 21 gol Messi juga membawanya menempati posisi teratas daftar top skor di El Clasico dan ia menjadi satu-satunya pemain yang mencetak hat-trick dua kali dalam sejarah salah satu laga paling menyita perhatian dunia.

Walau posisinya sebagai penyerang, kehebatan Messi tak hanya dipandang gol. Urusan assist, La Pulga melampaui catatan Luis Figo tahun lau dan bersama Andes Iniesta, ia adalah pemain yang paling panjang mengoleksi trofi, 26, untuk Barca ketimbang penggawa lainnya dalam histori klub. 

Trofi Si Kuping Kembar, penghargaan yang dicapai setelah membawa klub jadi kampiun di kompetisi Eropa, diklaim sebagai gelar tertinggi di level dan Messi sudah empat kali mendapatkannya di sepanjang karier. Musim lalu, Si Kutu juga punya andil besar saat Blaugrana mengukuhkan diri sebagai tim pertama yang mengukir triplet dua kali, menyamai prestasi musim 2008/09. Rekor pun kembali diuntai setelah pekan lalu, dua gol Messi ke gawang Espanyol menjadi penanti ia mencetak gol di enam kompetisi berbeda dalam satu musim, catatan yang pernah diraih mantan rekan setimnya, Pedro Rodriguez pada 2009.

Untaian rekor masih berlanjut. Setelah menyapu bersih trofi pada 2009, Barca menutup tahun lalu dengan memborong lima gelar atas nama mereka. Cuma Piala Super Spanyol yang gagal masuk lemari Camp Nou, namun The Catalans mengakhiri perjalanan 2015 dengan mengklaim Piala Dunia Antarklub sebelum libur Natal, dengan Messi lagi-lagi jadi bintang pada partai penentu gelar melawan River Plate, tim yang nyaris mendapatkannya saat masih remaja. 

Sayang, di tengah dominasi La Pulga di tingkat klub, 2015 juga menyisakan kegetiran untuknya. Ya, Messi kembali gagal membawa timnas sukses di pentas internasional gara-gara kalah dari Cile di final Copa America, Juli tahun lalu. Hasil negatif itu seolah menambah luka yang sebenarnya masih belum sembuh, menyusul kekalahan 1-0 dari Jerman di final Piala Dunia setahun sebelumnya.