Liverpool Penyelamat Masa Depan Manchester United?

Liverpool selaku musuh bebuyutan Setan Merah berpotensi menyelamatkan rivalnya itu dari gaya sepakbola membosankan yang diusung Louis van Gaal.

Duel panas antara Liverpool dan Manchester United akan terjadi dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-22 di Anfield, Minggu (17/1) malam WIB. Pertandingan nanti disebut-sebut sebagai pertaruhan masa depan Louis van Gaal, yang posisinya sudah digoyang sejak akhir tahun kemarin.

Selama menukangi Setan Merah, Van Gaal telah menghabiskan banyak uang namun prestasi tak kunjung datang. Yang ada, gaya permainan membosankan justru menjadi persembahan darinya sebagaimana hal tersebut terdengar seperti lagu ‘nina bobo’ bagi para suporter setia, yang kini mulai terbelah.

Ada beberapa pihak yang sampai saat ini masih percaya bahwa pria 64 tahun itu merupakan sosok yang tepat untuk merombak klub. Namun tak sedikit yang merasa muak dengan mantan pelatih timnas Belanda ini, yang dinilai terlalu memaksakan filosofi bermainnya.

Satu hal mencengangkan pernah diutarakan Van Gaal, dengan ia mengakui bahwa dirinya sering bosan lantaran anak asuhnya kerap gagal menembus pertahanan tim lawan.

Van Gaal pantas bosan, mengingat pasukannya tidak lagi mampu mencetak gol di paruh pertama di Old Trafford sejak lesakan Memphis Depay ke gawang Sunderland pada September kemarin, dan kemenangan terakhir yang mereka raih di kandang lawan terjadi pada akhir November tahun lalu.

“Ada beberapa laga yang saya nikmati dan ada sejumlah laga di mana saya merasa sangat bosan atau marah karena kami tidak mampu membelah pertahanan tim lawan,” ujarnya sebelum menghadapi tuan rumah Newcastle United, yang sukses mengimbangi mereka dengan skor 3-3 pekan ini meski kubu Setan Merah sempat unggul dua bola terlebih dahulu.

“Namun itulah sepakbola. Apakah kalian tahu bahwa kekhawatiran utama saya adalah pertahanan? Saya tidak mengkhawatirkan pertahanan melebihi penyerangan. Untuk saat ini kami kekurangan kreativitas dan kalian bisa melihatnya, namun mereka sudah bermain baik kemarin.”

Tidak seharusnya manajer mengatakan hal demikian, karena dia merupakan sosok yang harusnya bertanggung jawab atas gaya permainan tim. Dia yang memutuskan, dia sendiri yang bosan. Dan hal negatif tersebut merembet ke suporter yang sampai tertidur di Old Trafford ketika The Red Devils kesulitan menembus pertahanan Sheffield United di putaran ketiga Piala FA.

Setelah melalui periode buruk, dengan pekerjaannya digoyang akan potensi kedatangan Jose Mourinho, Pep Guardiola hingga Ryan Giggs yang difavoritkan sebagai pengganti, Van Gaal kini bakal menghadapi tugas berat lainnya, yakni dengan melawan rival abadi Liverpool.

Pada pekan ini, The Times mengabarkan bahwa duel nanti merupakan pertaruhan terakhir untuk Van Gaal, yang disebut bakal dipecat jika United sampai kalah di Anfield.

Suporter United tentu tidak menginginkan timnya kalah dan berharap kemenangan untuk pertandingan ini. Namun tak bisa dimungkiri bahwa kekalahan menjadi sesuatu yang diharapkan secara eksplisit agar timnya terhindar dari sepakbola membosankan sang meneer.

Meski demikian, Van Gaal memiliki rekor bagus saat menghadapi Liverpool. Dalam tiga perjumpaan terakhirnya di ajang Liga Primer, ia selalu bisa menghadirkan kemenangan, dengan timnya selalu mencetak minimal dua gol atau lebih.

Akankah Liverpool beserta manajer Jurgen Klopp mampu menumbangkan Van Gaal di kesempatan kali ini dan mengirimnya ke masa pensiun?