Louis Van Gaal: Gara-Gara Tertekan, Para Pemain Ketakutan

Manajer asal Belanda ini menyebut para pemainnya layak disalahkan atas kekalahan di Britannia Stadium.

Manchester United terus melanjutkan episode negatif setelah takluk 2-0 dari tuan rumah Stoke City, Sabtu (26/12) kemarin, yang menjadikan mereka sudah tujuh laga tanpa kemenangan di semua ajang, termasuk menderita empat kekalahan beruntun.

Manajer Setan Merah Louis van Gaal berpendapat bahwa tekanan besar untuk dituntut menang itulah yang menyebabkan para pemainnya tampil buruk dan ketakutan melawan Stoke. Van Gaal sendiri mengakui posisinya goyah, namun ia juga menilai para pemain juga layak disalahkan.

“Kami tidak memainkan sepakbola secara berani di babak pertama di mana kami kebobolan dua gol tandang dengan cara yang buruk,” tutur Van Gaal.

“Kami tidak bermain dengan semestinya karena tertekan dan kami tidak mampu mengatasi tekanan itu baik sebagai tim maupun individual. Saat turun minum, saya berkata bahwa kami harus bisa bangkit dan kemudian performa kami membaik di babak kedua.”

“Anda boleh berkata bahwa saya gagal dalam pekerjaan ini, tetapi pada akhirnya para pemain juga gagal melakukan tugasnya. Anda boleh berkata saya gagal, tetapi saya pikir tidak sesimpel itu,” imbuhnya.

Gol-gol dari Bojan Krkic dan Marko Arnautovic di babak pertama sudah cukup untuk menghadirkan kemenangan bagi Stoke seiring mereka tinggal berjarak tiga poin di belakang United yang duduk di peringkat enam.

Di partai berikutnya, pasukan Van Gaal akan menjamu Chelsea besutan Guus Hiddink di Old Trafford pada Senin (28/12) esok.