Luis Enrique Vs Pep Guardiola, Siapa Nakhoda Terbaik Barcelona?

Duel Barcelona kontra Manchester City di Liga Champions tengah pekan ini, kembali hadirkan rivalitas sahabat antara Luis Enrique dan Pep Guardiola.

LUIS ENRIQUE VS PEP GUARDIOLA DI BARCELONA

Salah satu bentrok paling dinanti akan hadir di Camp Nou, tatkala Barcelona diharuskan menjamu Manchester City, pada matchday ketiga Grup C Liga Champions, Kamis (20/10) dini hari WIB.

Bukan hanya soal gengsi, menilik komposisi skuat bintang lima yang dimiliki kedua klub. Tapi juga momentum kembalinya pelatih legendaris Barca, Pep Guardiola, yang kini jadi manajer City.

Kepulangannya sebagai lawan untuk kali kedua di Camp Nou, amat menyedot perhatian jelang pertandingan. Maklum ia bisa dibilang sebagai pemula filosofi pemainan tiki-taka, yang membuat Barca begitu adidaya di Eropa dan dunia.

Dengan Luis Enrique yang disebut sebagai penerus terbaik kejayaan Guardiola di Barcamenarik mengulik siapa sejatinya nakhoda yang lebih baik dalam menangani Blaugrana?

Era emas Enrique saat ini atau era adidaya Guardiola dahulu?

GAYA BERMAIN

"Apa yang indah di Barca adalah filosofi permainannya tidak berubah dalam beberapa tahun terakhir. Kami terus mempertahankan gaya bermain yang sama dan itu sungguh memudahkan kami dalam menampilkan performa maksimal, juga menikmati sepakbola," ungkap kapten Barca, Andres Iniesta, baru-baru ini di Marca.

Apa yang dikatakan Iniesta merujuk pada filosofi tiki-taka milik Barca, yang memang terus dipertahankan untuk meraih kesuksesan hingga kini. Artinya memang tidak ada perubahan besar menyoal gaya bermain, yang dilakukan deretan pelatih Azulgrana dalam beberapa tahun terakhir.

Guardiola pantas mendapat kredit untuk ini. Ia memodernisasi filosofi permainan indah yang ditancapkan Johan Cruyff kala melatih Barca dahulu, ketika ditunjuk jadi pelatih kepala di musim 2008/09. Filosofi tiki-taka yang dirintisnya, merupakan pekerjaan emas yang dampaknya masih terasa hingga detik ini.

Satu warisan yang memudahkan pekerjaan Enrique di Barca. Namun sosok berusia 46 tahun itu bukannya tak melakukan perubahan sama sekali. Inovasi terus dilakukannya dan salah satu yang paling brilian adalah mengombinasikan tiki taka dengan sepakbola pragamtis, ketika memang diperlukan.

Sulit menemukan kekurangan dari gaya melatih keduanya. Namun jika harus dipaksakan, Guardiola dan Enrique sama-sama tak ahli dalam mempraktikan "rencana B" ketika tim asuhannya kolaps di tengah laga.

STATISTIK

Berbicara statistik, keduanya sukses menghasilkan angka-angka yang fantastis selama melatih Barca.

Enrique hingga duel terkini hadapi Deportivo La Coruna, telah mencatatkan 134 partai sebagai nakhoda Barca. Dari jumlah tersebut dirinya mengoleksi 105 kemenangan, 14 kali seri, dan hanya 15 kali kalah.

Rerata poin yang diperolehnya adalah 2,46 per partai. Ketajaman Barca, yang amat terbantu oleh trio MSN, juga amat mengerikan dengan lesatkan total 388 gol atau 2,22 gol per partai. Sedangkan Gerard Pique cs hanya kebobolan 100 gol atau 0,74 per partainya.

Sementara itu Guardiola sudah melalui 247 partai dalam periodenya melatih Barca, sejak 2008 hingga 2012. Terbagi dalam 174 kemenangan, 47 hasil seri, dan menelan 21 kekalahan. 

Dengan jumlah partai yang nyaris dua kali lipat lebih banyak, rerata perolehan poin Guardiola ada di bawah Enrique dengan 2,36 per partai.

Namun soal perolehan gol, Guardiola lebih baik dengan gelotorkan 638  gol atau 2,58 gol per partainya. Pun halnya dengan pertahanan yang hanya kebobolan 181 gol atau 0,73 gol per partai.

PEROLEHAN GELAR

Soal gelar, Guardiola yang memiliki periode melatih Barca lebih lama jelas lebih baik.  Dirinya bahkan mendapat predikat sebagai pelatih terbaik Los Cules sepanjang masa, menilik perolehan gelar yang dihasilkannya.

Empat musim melatih Barca, Guardiola mempersembahkan total 14 trofi bergengsi dan tak ada musim yang dilaluinya tanpa raihan gelar.

Ke-14 trofi itu terbagi dalam tiga gelar La Liga Spanyol, dua Copa del Rey, tiga Piala Super Spanyol, dua Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub.

Sementara, meski kalah, Enrique yang kini menjalani musim ketiganya melatih Barca sudah mampu menyumbang delapan trofi.

Rinciannya adalah dua gelar La Liga Spanyol, dua Copa del Rey, satu Piala Super Spanyol, satu Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub.

KECINTAAN PUBLIK CATALAN

Menakar kecintaan publik Catalan, bisa dipastikan bahwa kecintaan mereka pada Guardiola tentu lebih besar.

Banyak faktor yang melatari. Selain karena memiliki predikat sebagai pelatih tersukses dalam sejarah klub, Guardiola juga merupakan pemain legendaris Barca, yang dihasilkan dari akademi La Masia, dan merupakan orang asli Catalan.

Gelar yang dipersembahkannya selama 11 musim membela Barca sebagai pemain bahkan lebih banyak, yakni 16 trofi.

Sementara itu meski sama-sama memiliki status sebagai pemain legendaris Barca, Enrique bukanlah produk asli klub juga bukan orang Catalan. Ia juga pernah lama membela klub rival, Real Madrid.

Delapan musim berseragam Barca, Enrique total mencatatkan 300 penampilan, 109 gol, dan persembahkan delapan gelar.

SIAPA LEBIH BAIK?

Jadi menurut Anda siapa nakhoda terbaik Barca? Apakah itu Enrique atau Guardiola?

Sebagai catatan tambahan bahwa keduanya pernah saling berhadapan sebagai pelatih, pada semi-final Liga Champions musim 2014/15 lalu.

Dari dua partai kandang-tandang yang dilakoni, hasilnya masing-masing beroleh satu kemenangan. Namun Enrique unggul dengan agregat gol lima berbanding tiga.