Luis Milla Merasa Beruntung Pernah Dilatih Johan Cruyff

Milla kembali terkenang tentang Cruffy saat memberikan materi untuk kursus pelatih C AFC, hari ini.

Pelatih timnas Indonesia U-22, Luis Milla merasa beruntung sempat menjadi anak asuhan dari legenda Barcelona, Johan Cruyff. Ia mengatakan dirinya bisa seperti ini tak lepas dari ilmu yang diberikan Cruyff ketika masih merumput bersama klub asal Catalonia tersebut.

Menurut Milla, kemampuan Cruyff untuk meracik strategi permainan timnya sangatlah hebat karena sabar mengasih instruksi kepada para pemain satu per satu. Hal yang diterapkannya tersebut membuat kemampuan pasukannya jadi berkembang.

Selain itu, pria asal Spanyol tersebut menuturkan, Cruyff juga menerapkan filosofi permainan sepakbola yang indah. Hasilnya dapat dilihat Barcelona menjadi salah satu tim yang disegani oleh klub-klub lain yang ada di muka bumi ini.

"Enam tahun bermain di Barcelona, saya beruntung karena dilatih Cruyff, dan diajari nilai nilai serta filosofi yang beliau ajarkan. Ketika beliau latihan, ketika dia kasih instruksi dia langsung directly person to person," kata Milla saat hadir dalam kursus kepelatihan C AFC, di NYTC Sawangan, Depok, Jumat (24/2). 
 
"Bisa dilihat Barcelona sekarang bermain indah karena itulah yang diajarkan kepada saya, Pep [Guardiola, [Luis] Enrique, [Frank] Rijkaard sejak era Cryuff," ia menambahkan.

Lebih lanjut, Milla menuturkan Indonesia mempunyai kesempatan untuk memeragakan permainan sepakbola yang indah seperti dilakukan Cruyff. Sebab, ia merasa para pemain di Tanah Air memiliki kemampuan yang mumpuni setelah dirinya memggelar seleksi pemain pada 21-23 Februari di Lapangan Sekolah Pelita Harapan.

"Indonesia punya pemain dengan teknik yang sangat bagus, dengan dukungan pemerintah dan federasi, saya yakin negara ini bisa berprestasi. Tiga hari saya melatih Timnas Indonesia, saya sudah mendapati pemain-pemain yang bagus secara teknik dan skill individu," ujarnya.