Lupakan Trofi, Manchester United Sulit Juara Musim Ini

United di bawah arahan Jose Mourinho bagaikan bayi yang belum bisa diajak lari sebagaimana mereka baru saja kalah telak dari Chelsea.

Musim Liga Primer Inggris baru memasuki pekan kesembilan namun Manchester United sudah kalah tiga kali. Kekalahan terakhir mereka terima saat menyambangi markas Chelsea di Stamford Bridge, dengan tim tuan rumah menang telak 4-0 pada Minggu (23/10) malam WIB.

Di pertandingan itu, Chelsea unggul cepat di detik ke-30 melalui Pedro Rodriguez memanfaatkan umpan Marcos Alonso sekaligus kelengahan lini belakang United yang digalang Chris Smalling dan Daley Blind. Gol itu sendiri tercipta dengan begitu mudah mengingat kiper David de Gea juga keluar dari gawangnya.

Start buruk tersebut seakan menjadi pertanda bahwa United belum siap menghadapi intensitas Liga Primer sebagaimana mereka dihadapkan dengan jadwal super padat, yang memaksa mereka bermain tiga kali dalam enam hari terakhir.

Diawali dari laga tandang ke Liverpool pada Selasa (18/10) dini hari WIB kemarin, United yang sukses mengimbangi Gegenpressing dari pasukan Jurgen Klopp lantas dihadapkan dengan Fenerbahce di Liga Europa tiga hari berselang. Waktu yang pendek untuk melakukan recovery jelas membawa dampak pada skuat dan selagi itu tidak bisa dijadikan alasan, namun stamina dan fisik yang terkuras tak pelak membuat mereka dihancurkan Chelsea.

Bisa dilihat dari terciptanya gol pertama, yang sejatinya berawal dari bola yang tidak terlalu berbahaya, namun kurangnya fokus mengakibatkan Pedro dengan mudah menyusup di antara penjagaan dan melewati dua bek untuk kemudian menjebol gawang De Gea.

Gol kedua yang diciptakan Chelsea lewat Gary Cahill juga dikarenakan kurang fokusnya barisan pertahanan United. Menyusul sepak pojok yang dikirim Eden Hazard, Cahill justru lepas dari pengawasan Smalling dan hal itu memudahkannya untuk menaklukkan De Gea dari jarak dekat di menit ke-21.

Permainan United di babak pertama benar-benar di bawah standar. Paul Pogba yang ditebus mahal dari Juventus di musim panas kemarin bahkan tidak mampu meladeni gelandang The Blues, dan itu menjadi performa buruknya yang kesekian setelah kemarin melawan Liverpool. Sejauh ini, bisa dibilang potongan rambut Pogba lebih sering berganti selagi performa bagusnya hanya bisa dihitung dengan jari.

Mengetahui timnya butuh berbenah, Mourinho selaku juru taktik mencoba untuk mengubah strategi. Marouane Fellaini yang ia duetkan dengan Ander Herrera untuk menggalang lini tengah ia gantikan dengan Juan Mata. Permainan pun sedikit membaik di awal babak kedua, namun kelengahan lagi-lagi memberi celah bagi Chelsea untuk memperbesar skor melalui Hazard di menit ke-62.

Tak berhenti sampai di situ, saat permainan United tengah bagus-bagusnya, mereka kembali hancur setelah N’Golo Kante mencetak gol pertamanya untuk Chelsea dengan melewati Smalling yang tampak tidak tampil dalam kondisi terbaik.

Seperti diketahui, bek Inggris itu sempat diragukan kondisinya untuk turun di Stamford Bridge setelah mengalami cedera kala melawan Fenerbahce. Di partai tersebut, mantan pemain Fulham itu digantikan di babak pertama namun dinyatakan fit untuk mengapteni United, yang bermain tanpa Wayne Rooney karena yang bersangkutan mendapati cedera di sesi latihan terakhir.

Kekalahan telak dari Chelsea itu menghadirkan catatan yang tidak menarik untuk dilihat Mourinho. Hal tersebut bahkan menjadi pembicaraan hangat di media sosial, dengan banyak pihak membandingkannya dengan Louis van Gaal, yang di musim lalu sukses mengemas 19 poin dari sembilan pertandingan – sedangkan The Special One hanya mampu mendulang 14 angka. Lebih dari itu, Mourinho juga nemiliki catatan buruk lainnya dengan ia baru menghadirkan sembilan kemenangan dari 28 pertandingan terakhir di liga.

Terlihat jelas bahwa United sekarang masih perlu berbenah. Meski kuat di atas keras, namun faktanya mereka kerap tak berdaya dan belum bisa berbuat banyak dan hal itu disadari betul oleh Mourinho, yang pernah menyebut bahwa membangun tim sepakbola lebih sulit ketimbang mendirikan Roma.

“Saya memiliki perasaan sangat positif. Roma tidak dibangun dalam sehari dan sebuah tim sepakbola mungkin lebih sulit untuk dibangun ketimbang Roma!” ujarnya beberapa waktu lalu seusai timnya dibekuk Manchester City.

“Perasaan yang saya dapati adalah mereka ingin bekerja untuk saya, mereka memiliki level ambisi dan komitmen yang saya miliki dan selangkah demi selangkah dari sudut pandang taktis dan mental saya memiliki perasaan sangat bagus dengan jawaban yang mereka berikan. Jadi ya, saya sangat positif.”

Pembenahan menyeluruh kini harus dilakukan Mourinho, yang baru menjalankan tugasnya untuk merestrukturisasi United selama empat bulan terakhir. Fans pun sepertinya perlu menurunkan level ekspektasi karena merengkuh trofi musim ini kiranya hanya menjadi mimpi mengingat United belum siap diajak lari.

Adapun tiga hari dari sekarang, United akan kembali bermain, kali ini melawan rival sekota City dalam lanjutan Piala Liga putaran keempat.