Madura United Sindir Penghapusan Aturan Pemain U-23

Aturan pemain U-23 tidak digunakan di Liga 1 dari 3 Juli hingga 30 Agustus 2017.

Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menangguhkan sementara aturan pemain U-23 di Liga 1 tidak disambut positif Madura United. Mereka merasa hal ini aneh karena regulasi diubah seenaknya tanpa meminta persetujuan dari klub. 

Dalam surat edaran yang dikeluarkan PT LIB bernomor 155/LIB/VI/2017 itu dijelaskan regulasi pemain U-23 akan ditangguhkan mulai 3 Juli hingga 30 Agustus 2017. Bukan hanya itu, pergantian pemain yang awalnya lima diubah jadi tiga kali di setiap pertandingan.

Padahal sebelumnya, setiap klub diwajibkan mendaftarkan lima orang pemain U-23. Di mana tiga pemain harus turun sejak menit awal dan bermain minimal 45 menit dalam setiap pertandingan Liga 1 yang digelar.

"Enak sekali ya mengubah peraturan kompetisi. Boleh diubah kapan saja. Lalu untuk apa klub mengontrak 27 pemain? Mubazir," kata presiden Madura United Achsanul Qosasi dikutip dari Jawa Pos.

"Atau jangan-jangan karena pemain (dari) klub mereka sedang dipakai Timnas U-22," ia menambahkan.

Lebih jauh, Achsanul menjelaskan bila karena timnas U-22 yang bermain di SEA Games 2017 dan Kualifikasi Piala Asia U-23, tidak bisa dijadikan alasan. Pasalnya, dalam regulasi pasal 31 ayat 4 sudah dijelaskan setiap klub dapat mendaftarkan pemain di luar kuota jika terdapat pemain yang dipanggil timnas.

"Sudah ada peraturan jika pemain dipanggil timnas. Pada pasal 31 mengatur jelas tentang pemain, dan secara spesifik di ayat 4. Regulasinya (juga) sudah disahkan sejak awal," ujarnya.

Topics