Malam Penyucian Dosa Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon menggelar malam penyucian dosanya untuk bawa Juventus berjaya di Parc Olympique Lyonnais.

Satu umpan terobosan brilian dilepaskan Sergio Busquets membelah pertahanan timnas Italia. Ia menempatkan bola untuk Vitolo berhadapan satu lawan satu dengan Gianluigi Buffon.

Namun sejatinya letak jatuh bola tak terlampau strategis lantaran memberi Buffon keunggulan satu langkah atas Vitolo. Ketika semua orang sudah memprediksi kapten Italia itu akan memenangkan perebutan bola dengan menyapunya jauh keluar, seketika pula semua mata terbelalak.

Buffon yang memiliki reputasi mentereng selama lebih dari dua dekade di level tertinggi sepakbola, secara mengejutkan luput menyambar bola. Situasi itu jelas memudahkan Vitolo untuk menceploskan bola ke gawang kosong, sekaligus bawa timnas Spanyol unggul 1-0.

Beruntung bagi Buffon, karena Gli Azzurri tak sampai kalah berkat gol penalti Daniele De Rossi yang mengakhiri pertandingan seimbang 1-1.

Baru dua pekan berselang setelah blunder memalukan itu. Buffon kembali menuai sorotan negatif, kali ini ketika membela klubnya, Juventus. Sosok berusia 38 tahun itu gagal menghentikan laju strategis bola sepakan Jakub Jantko, yang membuat Udinese unggul 1-0.

Sejatinya kesalahan lebih fatal dibuat Hernanes yang gagal mengontrol bola, hingga membuka ruang Jantko melakukan tembakan langsung. Namun Buffon jauh lebih disorot, karena tak biasanya ia lakukan blunder ‘sekonsisten’ ini.

Dan lagi-lagi, blunder Buffon tak sampai buat timnya kalah bahkan gagal rengkuh tiga poin. Gol tendangan bebas dan penalti Paulo Dybala, membuat Juve berbalik unggul dan menang 2-1.

Apa yang terjadi setelahnya mudah ditebak. Buffon dibanjiri kritik oleh publik, media, hingga sejawatnya di dunia sepakbola. Mereka sulit percaya bagaimana kiper sekaliber dirinya bisa lakukan blunder konyol dalam waktu berdekatan.

Buffon dikecam tak lagi pantas bela Juve atau Italia, karena hanya mengandalkan nama besar. Beberapa di antara mereka juga mengangkat sindiran meyakitkan Franz Beckenbauer pada 2013 lalu, yang mengatakan bahwa kiper lulusan akademi Parma itu tampil layaknya pensiunan.

Selain itu ada satu sindiran hebat yang mengatakan bahwa Buffon sudah tamat dan pemakamannya telah disiapkan. Kritik yang sukses mengundang perhatian sang pemain.

"Sangat menyenangkan ketika beberapa pihak ingin mengadakan acara pemakaman untuk Anda dan kemudian Anda membuktikan bahwa mereka salah. Saya hidup untuk membuat mereka memakan kata-kata kasar mereka,” tutur Buffon, jelang partai terbarunya hadapi Olympique Lyon di Liga Champions, Rabu (19/10) dini hari WIB.

Ya, Buffon boleh optimistis, tapi fakta bahwa dirinya memulai laga yang dihelat di Parc Olympique Lyonnais itu dengan berlumur dosa tetap tak bisa dilenyapkan.

Juve bermain baik di awal laga. Mereka mendominasi permainan, dengan penguasaan bola yang menyentuh angka 59 persen. Lyon dipaksa fokus menjaga lini pertahanan dan tampak begitu kesulitan melakukan serangan balik.

Buffon pun tak perlu banyak bertingkah, karena bola dari Lyon tak pernah sampai ke areanya hingga segalanya berubah di menit ke-35. Tuan rumah mendapat hadiah penalti akibat pelanggaran Leonardo Bonucci pada Mouctar Diakhaby.

Bintang utama Lyon, Alexandre Lacazette, tampil sebagai eksekutor. Di bawah intimidasi suporter fanatik tuan rumah, riwayat buruk hadapi situasi penalti, plus performa tak memuaskannya dalam dua pekan terakhir, sempurna membuat semua orang pesimistis terhadap kemungkinan Buffon mengagalkan penalti.

Namun apa yang kemudian terjadi justru sebaliknya. Buffon sukses menepis sepakan Lacazette! Bola muntah lantas dibuang Dani Alves dan jala Juve tetap perawan. Aksi pemain berjuluk Superman ini tak berhenti di situ.

Di menit 50, serangan balik nan cepat dilancarkan Lyon ke pertahanan Juve yang hanya menyisakan dua pemain. Nabil Fekir jadi aktor utamanya yang lantas lepaskan tembakan kencang dari dalam kotak penalti. Potensi kemungkinan gol hasil sepakan tersebut meningkat hingga lebih dari 90 persen akibat terdefleksi tubuh Bonucci.

Buffon yang sudah salah langkah dan menjatuhkan badan, secara ajaib tunjukkan respons sempurna. Dengan tangan kanannya, ia berhasil menjangkau dan menangkis bola keluar lapangan! Seluruh stadion terkagum-kagum dengan aksi itu bahkan kiper Lyon, Anthony Lopes, spontan mengapresiasinya dengan bertepuk tangan.

Masih belum berakhir, seturut Juve yang semakin menderita lantaran bermain dengan sepuluh orang sejak diusirnya Mario Lemina di menit 54. Pada menit ke-71, Buffon kembali lakukan penyelamatan untuk kali ketiga beruntun, dengan hentikan tandukan Corentin Tolisso dua meter di depan garis gawangnya!

Sederet aksi spekakuler yang dilakukan Buffon menstimulasi Juve untuk sudahi laga dengan kemenangan. Pemain pengganti, Juan Cuadrado, kemudian jadi penentu lewat dentuman kerasnya dari sudut sempit pada menit ke-76.

Juve pada akhirnya menang tipis 1-0 dan Buffon menutupnya melalui satu lagi penyelamatan gemilang, dengan menepis tembakan kencang Rachid Ghezzal dua menit jelang pertandingan usai.

"Orang-orang bisa menyiapkan 'pemakaman' untuk saya, tapi tidak seorang pun di sana. Saya telah berkali-kali mengatakan, tanpa maksud bersikap arogan, saya selalu mengkritisi diri sendiri tanpa perlu mendengarkan orang lain yang mencoba memanfaatkan situasi untuk tidak menghormati dan menunjukkan ketidakadilan pada seseorang," seru Buffon puas, selepas laga.

Melakukan empat penyelamatan krusial, satu di antaranya penalti, dan pimpin Juve petik tiga poin. Tak ada yang lebih baik dari Buffon di partai tersebut. Performa itu juga tegas menjelaskan bahwa dirinya sama sekali belum habis.

Seakan menggelar malam penyucian dosa. Buffon memulai laga dengan berlumur dosa, tapi menyudahinya sebagai sosok yang kembali suci. Satu kondisi yang selalu diharapkan seseorang di hari pemakamannya atau dalam kasus ini di penghujung karier pesepakbola.

Kapan hari itu akan tiba untuk Buffon? Laga pamungkas di Piala Dunia 2018 jadi momen yang diidamkannya. Namun sang kapten tentu takkan pergi dengan tenang, jika gagal wariskan trofi Liga Champions. Musim ini dengan performa hebatnya, siapa yang tahu?