MAN OF THE MATCH Real Madrid 0-4 Barcelona: Neymar

Neymar jadi representasi terbaik performa mengagumkan Barcelona dalam bentrok El Clasicokontra Real Madrid, Minggu (22/11) dini hari WIB.

Barcelona secara luar biasa memecundangi Real Madrid di Santiago Bernabeu lewat gelontoran empat gol tanpa balas, dalam bentrok El Clasico di jornada 12 La Liga Spanyol, Minggu (22/11) dini hari WIB.

Empat gol Azulgrana dicetak masih-masing satu oleh Neymar Junior dan Andres Iniesta, serta sepasang dari El Pistolero, Luis Suarez. Hasil tersebut makin mengokohkan status Barca sebagai pemuncak klasemen sementara La Liga, lewat koleksi 30 poin.

Satu sosok yang patut kita tunjuk sebagai Man of The Match dalam kemenangan krusial Azulgrana ini tak lain tak bukan adalah The Golden Boy, Neymar.

Andres Iniesta memang tampil sebagai pemimpin sejati, sementara Luis Suarez sukses mencatatkan brace, namun dengan mata telanjang kita bisa melihat indahnya sentuhan, gocekan, dan pergerakan tanpa bola yang dilakukan Neymar. Ya, pemain asal Brasil itu adalah inspirasi di El Clasico kali ini.

Performa apik yang ditampilkan Neymar terpapar sempurna dalam statistik. Beroperasi di sisi kiri penyerangan Blaugrana, pemain 23 tahun itu jadi sosok paling menonjol ketika menggempur pertahanan Madrid.

Hal itu dibuktikan lewat tiga tembakan tepat sasaran dari empat percobaan yang dilakukan. Selain itu Neymar juga mampu melepaskan enam umpan kunci, di mana catatan itu semua jadi yang tertinggi dalam pertandingan.

Aksi nyata Neymar sendiri hadir pada gol kedua Barca, yang dicetak oleh dirinya sendiri. Dengan ketenangan luar biasa menyambut umpan apik Iniesta, ia menaklukkan Keylor Navas yang dikenal jago memenangi duel one on one.

Setelah itu di menit ke-53, Neymar menciptakan assist dengan sangat cantik lewat teknik one-two menggunakan tumit untuk gol Iniesta.

Ups, satu aksi lagi yang tak boleh dilupakan adalah kesuksesannya membuat gelandang serang Madrid, Isco, menerima kartu merah. Pemain internasional Spanyol itu dbuat frustrasi oleh gocekan yahud Neymar, sehingga harus menghalaunya dengan sangat keras.

Ya, dengan Messi yang baru bermain di paruh kedua dan tak memberikan pengaruh berarti, maka semakin tegas bahwa Barca bisa berpesta tanpa La Pulga.