Manajemen Gresik United Motivasi Pemain Jauhi Zona Degradasi

Modal yang dimiliki GU saat ini untuk menghindari degradasi hanya mengutamakan kebersamaan dan semangat para pemain.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK

Masih tertahan di zona degradasi, membuat Gresik United kini sedang diliputi kekhawatiran. Dari 11 kontestan Indonesia Super League (ISL) 2014 wilayah barat, Laskar Joko Samudro kini menempati urutan kesepuluh.

Dari 15 kali pertandingan, GU baru mengumpulkan 13 poin. Hasil dari dua kali kemenangan, tujuh kali hasil imbang, dan enam kali kalah. Meski, torehan poin Laskar Joko Samudro saat ini hanya terpaut satu poin. Baik dari peringkat kedelapan Persita Tangerang maupun posisi kesembilan Persik Kediri.

"Tak ada kata lain, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari zona degradasi. Kami terus memberikan motivasi kepada para pemain, agar mereka bisa bangkit di sisa laga putaran kedua," ujar Bagoes Cahyo Yuwono, manajer Gresik United, kepada Goal Indonesia.

Untuk berjuang menghindari zona degradasi, masih kata Bagoes, modal yang dimiliki GU saat ini hanyalah mengutamakan kebersamaan dan semangat para pemain. Karena ia menilai, bila ditilik dari materi pemain yang ada, skuat besutan Angel Alfredo Vera juga memiliki amunisi yang kualitasnya tak kalah dengan kontestan ISL lainnya.

"Dengan semangat dan kebersamaan, para pemain mempunyai motivasi berlipat dan bertanggung jawab menyelamatkan tim ini dari ancaman degradasi," tambahnya.

Di sisa laga putaran kedua, GU masih memiliki lima pertandingan yang harus dilakoni. Dengan rincian, dua laga kandang menjamu Sriwijaya FC dan Persita Tangerang, serta tiga partai tandang mengunjungi markas Barito Putera, Persijap Jepara, dan Persik Kediri.

"Sisa laga di kompetisi musim ini harus dapat tambahan poin sebanyak-banyaknya. Dua laga kandang ke depan, sebisa mungkin harus mendapat poin sempurna. Sedangkan laga tandang, minimal dapat satu poin. Syukur-syukur bisa tiga," papar Bagoes.

Di laga terakhirnya di pentas ISL musim ini, GU hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan Arema Cronus di Stadion Petrokimia, Kamis (5/6). Sebelumnya, Laskar Joko Samudro malah sempat dihajar masing-masing dengan skor 4-1, saat mengunjungi markas Pelita Bandung Raya (PBR) dan Persib Bandung.

“Itulah pertandingan, semua tidak bisa diprediksi dari hitungan di atas kertas. Tapi kami sudah bersepakat dengan para pemain, untuk mengeluarkan segenap kemampuan terbaik dan kerja keras di lima pertandingan tersisa,” tutur Bagoes.

Bukan kali ini saja langkah GU terseok di kompetisi. Dua musim sebelumnya, GU bahkan harus menjalani laga play-off kontra PSIM Yogyakarta, guna mengamankan satu tempat berlaga di kasta tertinggi. (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.