Manajer Sedih Pelita Bandung Raya Kembali Diterpa Isu Main Mata

Rawindra berharap agar PSSI dan PT Liga mengirimkan wasit adil di dua laga krusial memperebutkan tiket delapan besar.

LIPUTAN RIZKAART CENDRADIPUTRA DARI BANDUNG
Menjelang duel melawan Persita Tangerang di Stadion Singaperbangsa, Jumat (5/9), Pelita Bandung Raya kembali diisukan bakal bermain mata dengan Pendekar Cisadane guna melicinkan jalan menuju delapan besar Indonesia Super League (ISL) 2014.

Kemenangan menjadi harga mati bagi PBR untuk mendapatkan tiket terakhir dari wilayah barat. Mereka kini bersaing dengan Persija Jakarta guna menduduki posisi keempat klasemen sementara.

Persita yang sudah dipastikan terdegradasi disebut-sebut akan sengaja mengalah agar memuluskan langkah PBR ke delapan besar. Isu main mata ini merupakan kali kedua, setelah sempat muncul sebelum pertandingan melawan Sriwijaya FC.

“Kami ingin mematahkan, dan tidak mau mendengar kabar tidak sedap itu lagi. Kami pastikan lawan Persita akan main fair play. Saya sedih banget kami diterpa isu seperti itu. Kami akan buktikan kalau PBR tidak pernah beli pemain lawan, atau pun wasit,” tegas manajer PBR Rawindra Ditya.

Windra, sapaan Rawindra, mengaku tim seperti PBR tidak mungkin melakukan hal negatif seperti itu untuk meraih kemenangan. Ia mencontohkan dalam laga-laga tertentu justru Bambang Pamungkas dan kawan-kawan yang dirugikan kepemimpinan wasit.

“Kamu bisa liat dalam beberapa laga kami sering dihadiahi penalti yang merugikan kami. Tidak mungkin kami beli wasit. Tim lawan selalu ngotot untuk menang. Itu juga bukti kalau kami tidak pernah beli pemain lawan. Isu itu datang dari orang yang punya pikiran negatif di sepakbola Indonesia. Saya ingin kasih lihat ke orang-orang, kalau masih ada yang mau dan bisa berpikir positif,” tutur Windra.

Windra juga berharap dalam laga krusial seperti Persita melawan PBR maupun Barito Putera versus Persija Jakarta, baik PSSI maupun PT Liga menugaskan wasit terbaik yang mereka miliki.

“Saya harap nanti tidak ada keputusan yang aneh-aneh. Kami ingin sang pengadil terbaik yang bisa memimpin pertandingan dan mengambil keputusan dengan baik,” kata Windra. (gk-61) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.