Mantan Mata-Mata Inggris Diduga Diracun Rusia, Suporter Diperingatkan Waspada Di Piala Dunia 2018

Menyusul dugaan Rusia meracun mantan mata-mata Inggris, anggota parlemen negara tersebut meminta suporter yang hendak ke Piala Dunia untuk waspada.

Hubungan Inggris dan Rusia tengah memanas menyusul dugaan Kremlin meracun mantan mata-mata mereka bernama Sergei Skripal dan putrinya Yulia. Hal tersebut lantas membuat pihak parlemen memberikan peringatan kepada seluruh suporter Inggris yang hendak mendukung The Three Lions di Piala Dunia 2018 mendatang.

Rusia sendiri diduga menjadi dalang di balik kasus kematian Skripal, seorang mantan mata-mata yang membelot ke Inggris. Dalam temuan yang dipaparkan Laboratorium Teknologi dan Ilmu Pertahanan Porton Down beberapa waktu lalu, racun yang ditemukan dalam tubuh Skripal dan putrinya berjenis Novichok, yang merupakan racun saraf hasil kembangan Uni Soviet pada dekade 70-an.

Mengingat Inggris akan bermain di Rusia untuk Piala Dunia pada Juni mendatang, anggota parlemen pun memberikan peringatan kepada seluruh suporternya untuk waspada penuh selama di negeri Beruang Merah.

“Kita perlu sangat berhati-hati untuk fans Inggris yang akan bepergian ke sana dan memastikan mereka tidak terlibat dalam situasi politik ini,” buka anggota parlemen Inggris bernama Tom Tugendhat kepada BBC Radio 4. “Dan saya khawatir soal bahaya dari Rusia dalam menanggapi suporter Inggris karena tindakan yang diambil oleh pemerintah mereka terlalu nyata.”

Adapun di Rusia, Inggris terundi di Grup G bersama Panama, Tunisia dan Belgia. Tim arahan Gareth Southgate itu akan memainkan partai pertamanya dengan menghadapi Tunisia di Volgograd Arena pada 19 Juni mendatang.