Manuel Locatelli, Pemantik Api Masa Depan AC Milan

Bocah berusia 18 tahun itu siap jadi pemantik api untuk masa depan AC Milan yang lebih cerah.

Boom! Dentuman pemain bernomor punggung 73 dari jarak 20 yard sisi kiri gawang, melesat kencang ke jala kampiun Serie A Italia lima musim terakhir, Juventus.

Seketika keriuhan luar biasa Milanisti di San Siro kembali hadir, bagai pelampiasan rasa frustrasi terhadap performa klub tercinta, AC Milan, dalam tiga musim terakhir.

Begitu tensi euforia atas gol tersebut perlahan menurun, seisi stadion lantas dibuat tak percaya bahwa pelakunya adalah bocah ingusan yang usianya masih 18 tahun.

Manuel Locatelli namanya. Gelandang tengah lulusan akademi Milan, yang lahir di Lecco, Italia, 780 hari setelah kiper legendaris yang ditaklukkannya, Gianluigi Buffon, lakoni debut profesional.

Efek dari gol fantastis itu? Masif, karena Milan berhasil menang 1-0 atas Juve dan meluncur tempati pos runner-up klasemen sementara.

"Siapakah Locatelli?" Akan menjadi pertanyaan yang mengemuka selepas kemenangan Milan atas Juve. Menjadi wajar, karena dia adalah bibit muda, yang jam terbangnya di dunia sepakbola profesional masih minim.

Merintis karier di usia sembilan tahun, Locatelli sejatinya bukanlah murni tempaan akademi Milan. Ia memulainya di tim junior Atalanta, sebelum tim pencari bakat I Rossonerri memboyongnya ke akademi dua tahun berselang.

Berposisi sebagai gelandang tengah, Locatelli berkembang begitu pesat bersama tim primavera Milan. Gaya bermainnya disebut mirip legenda sepakbola Jerman, Michael Ballack. Arsenal dan Chelsea pun sempat kepincut padanya. Namun Il Diavolo Rosso teguh mempertahankannya hingga mempromosikannya ke tim utama di usia yang baru 17 tahun.

Pemain berpostur 186 centimeter ini melakoni debutnya pada 21 April 2016, di giornata 34 Serie A musim 2015/16. Menggantikan Andrea Poli di manit ke-87 laga, Locatelli hanya tampil selama tiga menit hadapi Carpi.

Setelahnya, peluang mentas di tim utama makin banyak diraih Locatelli. Sebagaimana di musim 2016/17 ini, penggawa timnas Italia U-19 itu telah catatkan 279 menit bermain.

2 Oktober 2016, menjadi momen di mana khalayak sepakbola Italia mulai memperhatikan Locatelli secara lebih serius. Turun selama setengah jam dalam duel hadapi Sassuolo, satu gol spektakuler dilesatkannya.

Locatelli melepaskan tembakan first-time dari jarak 22 yard untuk membawa Milan menyeimbangkan kedudukan menjadi 3-3. Dia begitu antusias merayakan gol perdana dalam kariernya itu, dengan berlari ke tengah lapangan, berteriak, dan mengakhirinya dengan tangisan.

Gol tersebut menstimulasi kemenangan dramatis Milan atas Sassuolo, lewat skor 4-3. "Ini nyata! Saya hanya ingin Anda tahu bahwa yang Anda lakukan adalah nyata!," seru seorang wartawan Mediaset Premium, coba menenangkan Locatelli yang kembali menangis selepas laga.

"Ini adalah momen yang diimpikan oleh setiap bocah. Ketika saya sadar bola masuk ke gawang, saya sungguh tak percaya. Saya hanya berlari dan menendang bola sekeras-kerasnya," balas Locatelli dengan nada lirih, membalas sang wartawan.

Ups, tapi Locatelli bukanlah pemuda cengeng. Setelah laga tersebut, mentalnya terbentuk. Dia mulai berani mengemban tanggung jawab yang lebih besar, dengan tampil apik sebagai jangkar menggantikan pos kapten Milan, Riccardo Montolivo, yang cedera panjang.

Segalanya kemudian memuncak dalam gol semata wayangnya ke gawang Juve, Minggu (23/10) dini hari WIB. Locatelli kini telah resmi menjadi idola baru di Milan.

"Saya masih belum sadar benar atas apa yang telah saya lakukan! Saya mencetak gol ke gawang kiper terbaik dunia dan menempatkan Milan dua poin di belakang pemuncak klasemen," ujar Locatelli girang, seusai pertandingan.

Bersama dengan Gianluigi Donnarumma, Alessio Romagnoli, Davide Calabria, dan sederet penggawa muda dalam revolusi Milan, Locatelli kini benar-benar jadi harapan baru di masa depan.

Hal-hal luar biasa yang mereka lakukan pada periode awal musim ini, bagai memantik api untuk masa depan Milan yang lebih cerah.

Jika sudah begitu, tampaknya bukan lagi omong kosong bahwa dalam waktu dekat kita akan melihat wujud asli Si Setan Merah yang selalu membuat ngeri lawan-lawannya di Italia dan Eropa.

Topics