Manuel Pellegrini Anggap Aturan UEFA Di Liga Champions Tidak Adil

Manuel Pellegrini berasumsi tim-tim yang masuk ke babak grup lewat kualifikasi harusnya langsung otomatis masuk ke pot non unggulan.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Aturan yang diberlakukan UEFA di Liga Champions perihal penempatan klub di dalam pot unggulan maupun non-unggulan untuk menentukan babak grup menuai protes dari Manuel Pellegrini, pelatih Manchester City. Menurutnya, aturan badan tertinggi sepakbola Eropa itu tidak adil.

City akan memulai petualangan di pentas terakbar Benua Biru itu pada tengah pekan mendatang dengan menghadapi sang jawara Bundesliga Bayern Munich, tim yang sudah tiga kali dalam empat musim jadi seteru mereka di babak grup, bersama dengan CSKA Moskwa dan raksasa Serie A Roma di Grup E.

Pellegrini merasa kubunya selalu mendapatkan tugas berat untuk mencapai babak 16 besar ketimbang Arsenal, yang 'cuma' akan kedapatan lawan seperti Borussia Dortmund, Galatasaray dan Anderlecht.

Hal ini merujuk pada penempatan pot undian Liga Champions, di mana City berada di pot pertama, sementara Arsenal juga berada tempat yang sama meski finis di urutan keempat musim lalu dan harus melalui fase play-off. Pellegrini merasa ini tidak fair.

"Saya tidak berpikir ini hal yang bagus bagi tim yang memainkan kualifikasi, sebab mereka yang mengakhiri musim di posisi keempat di liga domestik berada di pot satu [tim unggulan], di mana tim terkuat harusnya yang berada di situ," buka Pellegrini.

"Di grup kami, kami memiliki tiga jawara domestik, jawara Inggris, jawara Jerman dan jawara Rusia. Jadi grup kami terlihat sedikit tidak berimbang."

"Saya kira kami perlu menemukan modifikasi, misalnya, semua tim yang memainkan kualifikasi masuk ke pot empat, dan semua jawara di masing-masing liganya dan punya banyak poin di Eropa masuk ke pot satu," ulasnya.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics