Manusia Tercepat Asia Tenggara Ini Berhasil Mewujudkan Cita-cita Menjadi Pesepakbola Profesional

Suryo Agung mengakui permasalahan sepakbola sangat kompleks dibandingkan ketika dia berkarier sebagai sprinter.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Masih ingat dengan nama Suryo Agung? Ya, dia adalah mantan sprinter nasional yang pernah dijuluki sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara. Menyusul, torehan rekornya di SEA Games 2009 yang mampu berlari 100 meter dalam waktu 10,17 detik.
Namun, Suryo mengakui cita-citanya sejak kecil adalah ingin menjadi pesepakbola profesional bukan sprinter. "Saya sebenarnya sudah main bola sejak kecil, dan baru mulai mengikuti atletik ketika kelas tiga SMA," papar Suryo, yang ditemui di sela-sela acara diskusi Rumah Bola Kemenpora, Jakarta, Sabtu (21/6) dini hari WIB.
Kini, setelah memutuskan pensiun dari atletik dia mencoba peruntungannya di beberapa klub. Sempat mengikuti seleksi di PSIS Semarang dan Sriwijaya FC, pria berusia 30 tahun itu akhirnya berlabuh di klub Divisi Utama Persikab Bandung pada musim ini.
"Akhirnya cita-cita masa kecil saya kesampaian. Ternyata dunia sepakbola seperti ini," tuturnya.
Pria kelahiran Solo ini mengakui sangat merasakan perbedaan antaran menjadi pesepakbola dengan sprinter. "Pasti beda sekali. Sepakbola kan olahraga yang dibutuhkan kerja sama tim, sedangkan saya biasanya hanya individu sebagai seorang sprinter. Memang, teknik saya tidak sebagus teman-teman yang lain, tapi saya memiliki senjata dari segi kecepatan. Pelatih memanfaatkan itu," ucapnya, yang mengaku ditempatkan sebagai pemain sayap di Persikab.
"Ternyata dunia sepakbola banyak faktor yg sangat kompleks dibandingkan ketika saya menjadi sprinter. Baik internal maupun eksternalnya," pungkas pemain berusia 30 tahun itu.

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.