Marco Materazzi: Saya Tak Pernah Ejek Ibu Zinedine Zidane

Matrix mengakui ia memang menyinggung soal adik perempuan Zidane, tapi tak pernah mengejek ibu legenda Prancis itu.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter
Marco Materazzi membantah keras ia mengucapkan kata-kata jelek tentang ibu Zinedine Zidane dalam insiden yang melibatkan keduanya di final Piala Dunia 2006 di Jerman.

Sebagaimana diketahui, Zizou melakoni penampilan terakhirnya bersama Prancis di Olympiastadion, Berlin, dengan kartu merah usai menanduk dada Materazzi di masa perpanjangan. Tanpa sang kapten, Les Blues takluk dari Italia dalam drama adu penalti.

Matrix mengakui ia memang memprovokasi Zizou dengan menyinggung soal adik perempuannya, tapi ia tak pernah mengejek ibu legenda Juventus dan Real Madrid itu.

"Saya cukup dekat dengan Zidane untuk mencegahnya melompat. Saya menempatkan tangan saya di sekitarnya dan sedikit menariknya, dengan tubuh saya di atasnya. Hal cukup standar, itu sering sekali terjadi dalam sebuah laga," kenang eks bek Internazionale ini kepada ESPN.

"Saya langsung meminta maaf, tapi dia terus mengatakan, berulang kali, bahwa kalau saya sangat menginginkan kausnya, saya bisa mendapatkannya usai laga. Jadi saya bilang, daripada kausnya, saya lebih memilih adik perempuannya. Itu saja."

"Mungkin itu karena adrenalin, mungkin karena faktor kelelahan, mungkin karena tensi laga. Tapi hal berikut yang terjadi sangat sulit untuk dipahami. Dia berjalan ke arah saya dan tiba-tiba menanduk dada saya."

"Itu hal yang tidak saya duga. Kalau saya mengantisipasinya dan mengangkat tangan saya, kemungkinan kami berdua akan dikartu merah. Saya tak tahu apa yang terlintas di benaknya. Tapi saya tahu bahwa kesadaran saya jelas."

"Yang saya katakan memang tidak baik, tapi itu tak berbeda dari kata-kata buruk yang biasa diucapkan di sepakbola level mana pun, dari sepakbola di sekolah hingga, seperti yang telah kita lihat, final Piala Dunia. Saya yakin dia telah sering mendengar kata-kata yang jauh lebih buruk."

"Semua orang berspekulasi tentang apa yang dikatakan. Media mengedepankan segala teori, pembaca bibir dipanggil dan menuding saya mengatakan hal-hal buruk tentang ibunya dan tentang terorisme."

"Zidane sendiri tak pernah mengemukakan versinya tentang kejadian tersebut, meski beberapa waktu kemudian dia akhirnya mengungkapkan kata-kata saya tidak berhubungan dengan rasisme atau teroris. Itu membuat saya dapat membersihkan nama saya dan mengambil tindakan hukum terhadap media-media yang menerbitkan rumor terburuk sebagai fakta."

"Itu penting bagi saya, terutama mengenai hal tentang ibunya. Saya mungkin telah mengatakan banyak hal buruk sepanjang karier saya, tapi saya tak pernah menyinggung ibu siapa pun. Saya kehilangan ibu saya ketika berusia 15 tahun dan itu [mengejek ibu orang lain] adalah hal yang senantiasa saya hindari."

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics