Marco Van Basten: Liga Champions Lebih Baik Dari Piala Dunia

Legenda Belanda itu yakin Liga Champions lebih berkualitas dan menarik ketimbang Piala Dunia.

"Semua pemain terbaik datang ke Eropa," ujar Marco van Basten. "Lihatlan nama-nama besar di semi-final Liga Champions musim ini!"

"Soal kualitas dan kehebohan, Liga Champions lebih baik dari Piala Dunia. Kalau Barcelona boleh tampil, mereka bisa juara. Itu sudah jalan mereka bertahun-tahun."

Van Basten sudah tahu. Ia memenangi Ballon d'Or tiga kali di puncak karirnya, dan ia disebut-sebut sebagai salah satu pencetak gol terhebat sepanjang masa.

Di beberapa musim secara beruntun, van Basten adalah juara Euro 1988 bersama Belanda dan juara Piala Eropa bersama tim hebat AC Milan berisi Gullit, Rijkaard, Baresi, Donadoni, dan Maldini pada 1989 dan 1990--terakhir kali ada klub yang mampu mempertahankan mahkota Eropa dalam dua musim berturut-turut.

"Sepakbola di Liga Champions sudah sangat mengasyikkan untuk waktu yang lama--banyak gol, banyak tim yang berusaha menyerang, juga sejumlah pertandingan spektakuler. Itu dimulai sepuluh tahun lalu dengan Barcelona, dan itu adalah perkembangan yang sangat bagus untuk sepakbola."

Tapi, klub-klub top lebih baik dari tim-tim internasional selama bertahun-tahun, ujar van Basten, yang akan ada di Berlin untuk pertandingan final pada Sabtu nanti, antara Barcelona dan Juventus, sebagai duta untuk Nissan.

"Tim Milan, kami punya bek-bek terbaik Italia, striker-striker terbaik Belanda, dan gelandang yang seimbang. Kami lebih baik dari tim nasional Belanda dan lebih baik dari tim Jerman yang menjuarai Piala Dunia 1990," tambah dia lagi.

"Kadang Anda memiliki tim internasional yang luar biasa, seperti Spanyol pada 2010, tapi klub sepakbola lebih baik."

Hubungan umum antara tim Spanyol, yang menjuarai Piala Dunia dan dua Kejuaraan Eropa, dan tim Barcelona, yang muncul sebagai standar klub sepakbola selama satu dekade adalah keberadaan duet Xavi dan Andres Iniesta.

Ikatan keduanya akan lepas setelah final pada Sabtu nanti ketika Xavi, yang berusia 35 tahun, akan menjalani penampilan terakhirnya sebelum hijrah ke Qatar.

"Xavi adalah pemain hebat, salah satu pemain paling penting dalam 15 tahun terakhir," ujar van Basten kepada Goal. "Ia sangat cerdas dan membuat banyak momen penting untuk tim."

Selama bertahun-tahun, Xavi dan Iniesta memberikan keseimbangan hebat untuk tim. Mereka menciptakan peluang-peluang, memainkan sepakbola bagus--mereka bahkan adalah pemain-pemain yang paling penting. Mereka tidak sama--Xavi lebih dominan dalam passing, sedangkan Iniesta dalam dribble--tapi mereka punya visi sangat bagus, dan mereka penting untuk pertahanan sekaligus serangan. Mereka adalah otaknya tim."

"Xavi memenangi Liga Champions tiga kali, dua kali Kejuaraan Eropa, dan satu Piala Dunia. Ia adalah pemain sepakbola yang sesungguhnya, seseorang yang fokus pada sepakbola, kerja keras, dan latihan daripada glamor. Itulah kenapa ia bisa bertahan di level tinggi dalam waktu yang begitu lama. Kalau sebuah klub memiliki pemain-pemain bertipe sangat pekerja keras, seperti Xavi, Iniesta, dan Sergio Busquets, maka mereka bisa bertahan di level sangat tinggi selama enam, delapan, atau sepuluh tahun, dan itulah yang dilakukan Barcelona sekarang ini."

Van Basten yakin Barcelona akan menjadi pesaing lagi pada tahun depan, dan ia berharap Bayern Munich bebas dari masalah cedera, yang mereka alami beberapa bulan terakhir.

"Menyedihkan Bayern mengalami cedera itu. Tidak ada Arjen Robben, tidak ada Franck Ribery, dan tidak ada David Alaba. Tim Bayern yang kuat akan membuat Liga Champions menjadi lebih menarik. Musim depan, mereka akan ada di sana lagi. Saya berharap tantangan dari semi-finalis tahun ini, ditambah Chelsea, Arsenal, dan Manchester United. Akan bagus kalau kita bisa melihat Robin van Persie kembali ke Liga Champions."

Marco van Basten adalah duta Nissan untuk final Liga Champions, di mana mereka akan memanfaatkan energi fans untuk mengangkat trofi ke Olympiastadium di Berlin pada 6 Juni. Cari "Liga Champions Nissan" untuk lebih detailnya.