Mark Van Bommel Pertanyakan Gaya Melatih Louis Van Gaal

Mark van Bommel menceritakan pengalamannya mengapa ia memilih meninggalkan Louis van Gaal ketika keduanya berada di Bayern Munich.

Eks gelandang Bayern Munich Mark van Bommel memberi peringatan kepada Manchester United  bahwa metode kepelatihan yang dilakukan oleh Louis van Gaal bisa saja membuat raksasa Liga Primer Inggris itu terjebak dalam kesulitan.

Van Bommel mengalami hal itu sendiri ketika ia dan Van Gaal berkarier di Bayern Munich. Van Bommel hanya bertahan menjadi anak asuh Van Gaal selama satu setengah tahun sebelum memutuskan pindah ke AC Milan pada Januari 2011. Menurutnya, Van Gaal terlalu bersikeras pada filosofinya dan cenderung tidak fleksibel.

“Itu adalah perubahan besar bagi klub [Bayern]. Kami dilatih Jurgen Klinsmann kemudian Van Gaal datang dan segalanya sangatlah berbeda. Dia ingin melakukan perubahan secara total, sebuah perubahan kultur dari Jerman menjadi Belanda,” ungkap Van Bommel secara eksklusif kepada Goal.

“Awalnya sulit, namun masalah mulai terpecahkan pada Oktober [2009] ketika kami mulai kembali menang. Di dalam lapangan, dia adalah sosok yang hebat, tetapi di luar lapangan dia terkadang menyulitkan. Semuanya harus sesuai dengan caranya. Dia tidak ingin ke kiri atau ke kanan, dia hanya ingin lurus.”

“Saya sempat memiliki masalah dengannya pada Desember 2010 sehingga saya pergi ke Milan. Saat itu, saya adalah kapten dan aneh rasanya berganti klub pada musim dingin. Itu adalah murni keputusan saya dan saya tidak menyesalinya,” imbuh Van Bommel yang kini mencoba mengawali karier kepelatihannya bersama timnas Belanda U-17.