Matikan Tiga Pilar Lawan Jadi Kunci Sukses Pusamania Borneo FC II

Ricky kini fokus meningkatkan skema permainan menyerang untuk menghadapi Persib di semi-final.

Pelatih Pusamania Borneo FC Ricky Nelson mengungkapkan keberhasilan anak asuhnya memenangi duel melawan Madura United FC pada laga perempat-final Piala Presiden 2017 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (25/2) malam WIB, sehingga melaju ke empat besar.

Pusamania menyingkirkan Madura United dengan skor 5-4 melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol sepanjang 90 menit. Ricky mengakui Pusamania memeragakan permainan bertahan di laga itu.

“Melawan tim seperti Madura akan menjadi petaka kalau kami bermain terlalu keluar. Anak-anak tahu Greg [Nwokolo] punya kecepatan, Bayu Gatra punya kecepatan, lalu ada Slamet [Nurcahyo]. Greg harus kami matikan, Slamet tidak boleh banyak berkreasi, dan Bayu Gatra tidak boleh dribbling ke dalam,” ungkap Ricky.

“Fokus pertama kami mematikan semua pemain itu. Memang fokus itu membuat kami tidak bisa menyerang, walaupun ada satu-dua peluang kami yang tidak menjadi gol. Saya senang kepada anak-anak, karena selama 90 menit kami bisa mematikan Greg, Slamet, dan Bayu Gatra.”

“Ini tugas paling penting di lini pertahanan kami, sekalipun akhirnya harus adu penalti. Secara mental anak-anak sudah siap melaksanakan adu penalti. Sejak awal kami katakan, sekalipun adu penalti kami sudah siap. Ini dibuktikan anak-anak secara mental mampu mengatasi tekanan.”

Ricky menambahkan, kini mereka harus mempersiapkan diri agar lebih baik lagi saat menghadapi Persib Bandung di semi-final. Pusamania terlebih dulu menjamu Persib di leg pertama pada 2 Maret di Stadion Segiri, dan tiga hari kemudian tandang ke Si Jalak Harupat.

“Konsep sudah berjalan secara bertahap. Tugas kami sekarang adalah bagaimana kami menyerang, karena lawan kami di semi-final adalah Persib Bandung. Kami harus berpikir lebih baik lagi,” jelas Ricky.

Sementara itu, kiper Wawan Hendrawan merasa senang dengan keberhasilan Pesut Etam melangkah ke empat besar. Menurutnya, pemain termotivasi membuktikan diri setelah dianggap bukan sebagai favorit.

“Saya ucapkan syukur atas hasil ini. Walaupun kami bukan tim yang diunggulkan, kami bisa mencapai ini. Semua pemain bertekad untuk membuktikan kami bisa bekerja sama dan bekerja keras di lapangan. Kami ini satu untuk semua,” ucap Wawan.