Menanti Tandem Maut Kevin De Bruyne & David Silva

Cedera dan rencana hengkang Sergio Aguero tak perlu disikapi panik, sebab duet Kevin De Bruyne dan David Silva siap menghadirkan garansi kualitas buat The Citizens.

Dalam sepekan terakhir, pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris yang berkelimpahan duit, Manchester City, mendapat kabar buruk dan baik secara sekaligus.

Kabar kurang menggembirakan berawal dari cederanya kembali striker andalan mereka, Sergio Aguero, dalam kemenangan 3-1 kontra Southampton, Sabtu (28/11). Padahal, Aguero baru saja fit setelah absen cukup lama akibat cedera hamstring. Beruntung, cedera barunya itu tidak parah, hanya memar pada bagian tumit.

Namun, kabar cedera itu tidak ada apa-apanya ketimbang pernyataan Aguero setelahnya. Ya, sesuatu yang lebih menggelisahkan tiba-tiba mencuat pada tengah pekan ini ketika striker berusia 27 tahun itu mengumbar keinginannya untuk meninggalkan Etihad Stadium setelah kontraknya berakhir pada 2019.

"Saya akan kembali ke Independiente ketika kontrak saya bersama City habis. Saya tak ingin pulang kampung ketika saya sudah terlalu tua. Kalau semuanya lancar, saya akan pulang ke klub pujaan hati saya di usia 31 tahun," seru Aguero, yang sejauh ini telah mencetak 116 gol dalam 176 penampilan bagi City.

Bagi sebagian suporter City, rencana hengkang bomber Argentina itu -- meski masih empat tahun lagi -- sedikit banyak mengundang kepanikan. Para pelapis seperti Wilfried Bony dan youngster Kelechi Iheanacho masih belum dapat dinilai selevel dengan Aguero.

Kun, julukan Aguero, bukan cuma berstatus sebagai mesin gol City. Lebih dari itu, Aguero adalah sang ikon klub, status yang sudah terpatri semenjak ia dirangkul City dari Atletico Madrid pada 2011. Ingat, pada siapa The Citizens harus berterima kasih atas gelar liga dramatis di musim 2011/12 serta rentetan titel setelahnya.

Di tengah kekhawatiran akan kehilangan pemain terbaiknya, publik Manchester Biru langsung disejukkan dengan dua kabar menyenangkan: Kevin De Bruyne yang kian meledak di musim debutnya di Etihad serta pulihnya sang playmaker genius David Silva dari cedera.

Sembilan gol plus delapan assist yang dicatat De Bruyne hanya dalam 18 partai di semua kompetisi membuktikan bahwa harga £54 juta yang dibayar City kepada Wolfsburg pada Agustus lalu terasa pas. Kini, fans City bisa menjawab dengan mudah pertanyaan apakah De Bruyne layak menjadi pemain termahal sepanjang sejarah klub.

Raheem Sterling, pemain termahal kedua City yang juga baru diboyong pada musim panas kemarin, tak lupa menyanjung tinggi gelandang asal Belgia itu. “Setiap tim papan atas membutuhkan pemain yang bisa mencetak gol dan membuat assist secara reguler seperti Kevin. Itulah yang dilakukan pemain besar,” ujar sang winger.

“Ketika saya masih bersama Luis Suarez [di Liverpool], setiap kali dia masuk kotak penalti, Anda tahu seperti apa kualitasnya. Dan biasanya akan berakhir dengan terjadinya sebuah gol. Hal sama berlaku dengan Kevin. Kami bahagia memilikinya,” terang Sterling yang direkrut dari Liverpool senilai £49 juta.

Bisa dibayangkan pula bagaimana wajah muram Jose Mourinho, yang bukan hanya melihat Chelsea terseok-seok di musim ini, namun juga menyaksikan eks pemain yang pernah ia sia-siakan itu kini berada di kubu rival dan berkembang menjadi salah satu gelandang serang paling top sejagat.

Performa teranyar De Bruyne, yang mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Hull City, Kamis (3/12) dini hari WIB, sukses membawa City menembus semi-final Piala Liga sekaligus membuat mereka tinggal berjarak beberapa langkah dari trofi pertamanya di musim ini.

Euforia terhadap sepak terjang De Bruyne kian meletup-letup setelah partnernya di lini tengah, Silva, baru saja melakoni comeback dari cedera engkel yang telah membelenggunya selama tujuh pekan terakhir.

Dengan kehadiran playmaker kidal asal Spanyol itu, City dipastikan akan terlihat lebih cerdas dan matang di lapangan, tidak melulu mengandalkan agresivitas De Bruyne, kekuatan fisik Yaya Toure, kecepatan dribel Sterling, maupun insting membunuh Aguero. Silva ibarat otak permainan yang mengetahui kapan saatnya tim melakukan serangan efektif nan mematikan.

Opta mencatat, David Silva berada di puncak daftar pemain dengan efektivitas gol dan assist tertinggi di Liga Primer Inggris musim ini. Ia mampu mencetak sebuah gol atau assist per 62 menit. Catatan ini mengalahkan duo Leicester City, Riyad Mahrez (80 menit) dan Jamie Vardy (82,6 menit), termasuk raja assist Arsenal, Mesut Ozil (85,9 menit), yang hanya menempati urutan keenam. De Bruyne dan Aguero mampu melengkapi lima besar dalam daftar ini.

Juru taktik Manuel Pellegrini pun tak sabar untuk bisa menyaksikan Silva bertandem dengan De Bruyne secara reguler. "Silva sangat penting buat tim. Dia sangat berkualitas, memberikan kami menguasai bola selama mungkin, yang mana merupakan gaya bermain kesukaan kami. Dia menyatu dengan baik bersama De Bruyne,” tutur Pellegrini.

Senyum simpul kini boleh mengembang di wajah manajer asal Cile itu. Membayangkan duet De Bruyne dan Silva saja sudah akan membuat hati suporter City melonjak kegirangan, apalagi jika ditambah Sterling, Aguero, Toure, Vincent Kompany, dan Joe Hart yang fit. Para rival dipastikan hanya akan megap-megap meladeni kekuatan dahsyat pasukan Pellegrini.

Meski demikian, De Bruyne ternyata baru tampil satu lapangan dengan Silva sebanyak lima kali, termasuk dalam dua laga terakhir kontra Southampton (3-1) dan Hull City (4-1). “Kami jarang bermain bersama, tetapi dia adalah pemain hebat sehingga mudah untuk mencapai kesepahaman dengan dirinya,” tutur De Bruyne.

“Setiap pemain memiliki gaya bermainnya sendiri. Saya rasa, kami berdua bermain di posisi yang sama, tetapi kami adalah pemain yang sangat berbeda. Saya bermain lebih langsung ketimbang dirinya, sedangkan dia lebih lama menahan bola ketimbang saya. Dengan kami berdua bermain bersama, itu akan lebih baik karena kami bisa saling melengkapi,” jelasnya.

Memasuki periode Desember nan sibuk, kembalinya duet Silva dan De Bruyne ini ibarat hadiah Natal yang tiba terlalu dini di Etihad. Sulit membantah prospek menggembirakan City bersama kedua gelandang serangnya itu. Target minimal satu gelar di musim ini harusnya bisa tercapai sembari terus menanti chemistry sempurna antara De Bruyne dan Silva.