Mencari Andres Iniesta Baru

Barcelona kembali menuai hasil buruk tanpa kehadiran Andres Iniesta dan Luis Enrique harus putar otak untuk menggantikan peran El Cerebro.

Mungkin masih terlalu dini untuk panik, namun Barcelona kembali kehilangan poin dan semakin tertinggal dari Real Madrid. Terlepas gol yang dianulir, Blaugrana sejatinya tampil buruk ketika ditahan imbang 1-1 oleh Real Betis. Mereka seperti berlari tanpa nyawa dan panik setiap kali kehilangan bola. Luis Enrique tentu sadar betul bahwa dirinya kehilangan sosok krusial dalam tim: Andres Iniesta.

Gelandang kreatif Spanyol tersebut mengalami cedera dan terpaksa absen sejak 19 Januari lalu. Cedera memang jadi masalah rutin Iniesta musim ini, seiring dirinya cuma tampil sembilan kali di La Liga Spanyol. Adapun dari sembilan penampilan tersebut, El Cerebro cuma menuai dua kekalahan dan itu pun terjadi ketika dirinya tidak bermain lebih dari 45 menit.

Kiranya bukan kebetulan kala Barcelona kembali bermain buruk dalam laga kontra Betis. Iniesta sekali lagi absen dan lini tengah semakin amburadul karena Sergio Busquets ikut absen. Orkestra indah Barcelona seperti kehilangan conductor – dan Busquets-nya. Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar memang memberikan magis seperti biasa, namun tanpa conductor, orkestra tak tahu dengan pasti kapan harus bermain cepat dan lambat.

Iniesta yang Bertahan dari Depan

Secara garis besar, ada dua cara untuk mengalahkan Barcelona: menyerang dan memaksimalkan peluang atau bertahan selamanya. Betis mengambil cara kedua di Benito Villamarin. Mereka bertahan setengah mati dan berusaha menutup ruang gerak Messi, Suarez, dan Neymar. Ketika ada kesempatan, mereka menghajar Barcelona dengan serangan cepat.

Gol Betis pun bermula dari serangan cepat setelah mencuri bola dari lini tengah. Ruben Castro berhasil membawa bola ke kotak penalti, lalu melepas tembakan yang membentur mistar. Peluang tersebut berujung pada sepak pojok  dari sinilah Alex Moreno berhasil menjebol gawang Marc-Andre ter Stegen.

Hal yang patut digarisbawahi dalam peluang Castro adalah bagaimana Barcelona kehilangan bola dan keseimbangan formasinya tergoncang. Tanpa kehadiran Iniesta di lini tengah, Ivan Rakitic, Arda Turan, dan Denis Suarez dipercaya untuk menjadi kreator. Adapun ketiganya tak cukup mumpuni sehingga Messi berkali-kali harus turun menjemput bola untuk mengendalikan permainan – aksi yang selalu dilakukan Iniesta dengan mumpuni.

Iniesta Barcelona Real Madrid Clasico 03122016

Andres Iniesta 09212016

Sederhananya, Iniesta membantu pertahanan dari lini depan dan hal tersebut tidak terlihat. El Cerebro memang bukan pemain dengan mental bertahan, tetapi kesadarannya akan ruang dan posisi rekan-rekannya membuat Iniesta sadar akan bahaya yang mengancam. Ketika lawan merencanakan serangan balik, Iniesta akan jadi orang pertama yang menyadari.

Iniesta memang tidak bisa melakukan tekel atau merebut bola dengan tepat, namun ia selalu memotong jalur operan lawan. Jika sudah berdiri di area yang tepat, tim lawan takkan mampu memberikan umpan cepat yang berujung pada gol. Kelihatannya memang Iniesta jarang bertahan karena ia tidak merebut bola, namun ia menjadi tameng paling proaktif dalam tim Barcelona.

Dengan Iniesta di lini tengah, Barcelona juga punya pemain yang bisa mendribel bola melewati ruang sempit dan mencegah bahaya. Trio MSN pun punya ruang gerak yang lebih besar sehingga mereka bisa mencetak gol dengan lancar. Peran Ivan Rakitic sebagai pemain box-to-box cenderung mendukung Iniesta dan Busquets, namun ia tidak bisa berdiri sendiri tanpa kehadiran keduanya.

Mencari Iniesta Baru

Ketika Iniesta menginjak usia 32 tahun, tentu Enrique sudah mengantisipasi momen ini. Iniesta tidak bisa bermain untuk Barcelona selamanya dan sang pelatih harus mencari solusi jika sang gelandang gantung sepatu. Tiga pemain sudah disiapkan, yakni Arda Turan, Denis Suarez, dan Andre Gomes. Sayang, tak satu pun dari mereka mampu menjawab ekspektasi besar – apalagi menggantikan peran krusial Iniesta.

Suarez memiliki kemampuan dribel yang cepat dan bisa melewati ruang sempit. Turan sebagai pemain pengganti juga memiliki hal tersebut, dilengkapi daya kerja luar biasa. Sementara itu, Gomes didatangkan dengan maksud bisa menjadi playmaker dan memberikan umpan-umpan mematikan. Namun tetap saja gabungan ketiganya tak mampu menggantikan Iniesta.

Andre Gomes

Denis Suarez Barcelona Real Sociedad Copa del Rey 26012017

HD Phil Coutinho

Komentar Juan Riquelme tentang Iniesta kiranya menjelaskan apa yang tidak dimiliki oleh ketiga pemain Barcelona itu: “Ia mengambil momen yang tepat untuk melakukan segalanya, kapan harus mendribel, kapan harus mempercepat permainan dan kapan harus memperlambatnya. Dan saya pikir itulah hal yang tak bisa diajarkan atau dibeli. Anda bisa belajar bagaimana untuk menembak dan mengontrol bola, tapi menyadari segala yang terjadi di lapangan – itu adalah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir.”

Suarez, Gomes, dan Turan tidak memiliki kapasitas untuk menggantikan Iniesta. Suarez dan Gomes memang masih muda serta bisa berkembang, namun performa Iniesta jauh dari jangkauan mereka. Enrique tentu harus mencari alternatif skema lain untuk memaksimalkan trio MSN, tapi menggantikan Iniesta dengan tiga pemain di atas bukanlah solusi yang tepat.

Jika harus mencari Iniesta baru, jawaban yang paling dekat sebenarnya tidak ada di Camp Nou. Namun Barcelona bisa melihat gelandang mungil yang memiliki kesadaran ruang cukup baik di Inggris. Philippe Coutinho mungkin bisa menjadi solusi untuk menggantikan peran Iniesta ke depannya, namun tampaknya Liverpool enggan menjual jimat keberuntungannya – dan Enrique harus bersabar menunggu Iniesta kembali dari cedera.