Mencari Duet Bek Tengah Ideal Timnas Indonesia

Alfred Riedl dipusingkan dengan pilihan empat bek tengah menghadapi leg kedua semi-final AFF Suzuki Cup 2016.

Hilangnya kesempatan Rudolof Yanto Basna dan Fachruddin Aryanto ternyata tidak lantas menyirnakan kesempatan bek timnas Indonesia lain untuk bersinar. Pelatih Alfred Riedl tak dapat memainkan dua pemain utamanya itu pada leg pertama semi-final AFF Suzuki Cup 2016 melawan Vietnam, Sabtu (3/12) kemarin, akibat sanksi akumulasi kartu. Namun, para pemain pengganti mereka, Manahati Lestusen dan Hansamu Yama Pranata, bersinar.

Rudolof dan Fachruddin senantiasa menjadi pilihan pertama Riedl selama fase grup di Manila. Tak tergantikan, bek 21 dan 27 tahun itu tampil 270 menit penuh menghadapi Thailand, Filipina, dan Singapura. Sektor pertahanan yang mereka kawal menjadi sasaran empuk kritik publik karena terlalu gampang kebobolan.

Tercatat, gawang Kurnia Meiga ditembus tembakan penyerang lawan sebanyak tujuh kali dalam tiga pertandingan. Dua gol pertama yang bersarang ke gawang Meiga pada pertandingan melawan Thailand merupakan kesalahan individual yang dilakukan Rudolof. Pemain kelahiran Sorong itu tidak mampu melakukan sapuan bersih sehingga dapat dimanfaatkan pemain lawan.

Saat menghadapi Filipina, koordinasi pertahanan yang dilakukan Rudolof dan Fachruddin masih membuat jantung fans Indonesia berdegup kencang. Fachruddin membuka keunggulan Indonesia, sekaligus menjadi gol pertamanya untuk tim Garuda, tetapi Rudolof tidak memberikan ketenangan yang diperlukan.

Sebelum Phil Younghusband menyarangkan gol tendangan bebas pada pengujung pertandingan, Rudolof tampak secara emosional menendang bola ke arah Younghusband yang terjatuh setelah dilanggar Beny Wahyudi. Upaya itu jelas tidak membantu. Kartu kuning untuk Rudolof dan Younghusband berhasil memanfaatkan momentum.

Terpenting, duet Manahati dan Hansamu lolos ujian di hadapan publik sendiri karena tidak melakukan blunder yang dapat dimanfaatkan pemain lawan. Meski ada satu catatan, mereka masih perlu mengasah koordinasi dengan full back saat mengantisipasi umpan-umpan silang Vietnam. Seperti terlihat sejak fase grup, penjagaan pertahanan Indonesia dalam mengawasi pergerakan lawan di tiang jauh masih lemah.

Setidaknya penampilan positif yang disuguhkan Manahati dan Hansamu menciptakan atmosfer persaingan positif di sektor pertahanan Indonesia. Riedl mengakui, sekarang dia harus memusingkan pilihan yang tersedia untuk mengisi posisi dua bek tengah pada leg kedua di Hanoi. Belum lagi menghitung ambisi Gunawan Dwi Cahyo dalam mendapat kesempatan menit bermain di turnamen ini.

Berikan pendapat, siapa duet bek tengah ideal Indonesia versi Anda?

 
Topics