Mencari Transfer Ideal Juventus Di Musim Dingin

Sektor tengah tim yang kekurangan gelandang pengatur serangan berkualitas menjadi sorotan utama. Siapa nama besar yang layak direkrut Bianconeri di bursa musim dingin ini?

Januari telah berjalan, bursa transfer musim dingin telah resmi dibuka dan dalam periode ini perbincangan mengenai kemungkinan transfer demi memperkuat tim semakin menggema. Setelah mengawali kampanye musim 2015/16 dengan cukup sulit, Juventus yang sudah beranjak bangkit tentu ingin terus mempertahankan ritme positif mereka belakangan ini.

Memang, pasukan Bianconeri sukses melewatkan tujuh laga terakhir mereka di pentas Serie A Italia dengan kemenangan beruntun dan semakin merangkak naik di papan klasemen sementara serta mendekatkan diri dengan Internazionale yang menduduki posisi puncak. Hal itu kembali menyalakan harapan mereka untuk dapat mempertahankan Scudetto, prestasi yang selalu mereka raih dalam empat musim terakhir.

Demi mempertahankan tren tersebut, manajemen klub tentunya harus melakukan langkah-langkah yang tepat dalam bursa transfer musim dingin ini dengan harapan dapat menambah kekuatan tim menjadi jauh lebih baik dalam hal membeli maupun mempertahankan pemain agar klub dapat menemukan bentuk permainan terbaik sebelum memasuki periode Februari, dengan Napoli, Inter dan Bayern Munich sudah menunggu untuk dihadapi di berbagai kompetisi.

Posisi Massimiliano Allegri sebagai allenatore tim bisa dikatakan relatif aman memasuki putaran kedua musim ini, usai berhasil membawa Juventus melalui 'badai'. Kepergian tiga pilar utama tim yakni Andrea Pirlo, Arturo Vidal dan Carlos Tevez sejatinya sudah ditutupi sejak bursa transfer musim panas kemarin meski tidak sepenuhnya sempurna. Pekerjaan rumah bagi Allegri dan manajemen tim pada musim dingin ini adalah menambal kekurangan tim yang tampak sejauh ini.

Lantas aktivitas transfer ideal seperti apa yang benar-benar dibutuhkan Juventus di winter mercato tahun ini?

Secara historis, musim dingin bukanlah waktu bagi Juventus untuk melakukan perekrutan pemain secara besar-besaran. Menjaga serta menambah komposisi kedalaman skuat biasa menjadi opsi utama mereka ketimbang berinvestasi pada pemain-pemain muda yang hal itu lebih sering dilakukan di awal musim.

Indikasi arah transfer Si Nyonya Tua di bursa transfer Januari ini sebenarnya tampak jelas dari pernyataan direktur tim, Beppe Marotta yang memuji 'kesabaran dan kesadaran' tim ketika jelang penutupan tahun 2015 kemarin dan sebelum bergerak untuk mendiskusikan apa yang menjadi kebutuhan tim untuk putaran kedua kompetisi.

"Sepakbola adalah hal yang bisa membakar sesuatu dengan kemudahan luar biasa dan kritikan cukup mengerikan, tanpa benar-benar mengevaluasi pekerjaan klub sehingga mempertaruhkan penilaian negatif. Di sini, kemampuan presiden klub untuk memahami situasi, kekuatan tim serta staf pelatih dibutuhkan," ujar Marotta dilansir Football Italia.

Sebelum bergerak menambah kedalaman skuat, tentunya tugas pertama yang harus dihadapi manajemen Juventus adalah mempertahankan yang ada, terutama sejumlah pemain berbakat mereka tengah masuk dalam bidikan klub-klub lain. Badai cedera yang menerpa beberapa pemain inti tentunya membuat Juventus tak punya alasan untuk melepas penggawa potensial mereka.

Mempertahankan Daniele Rugani - bek muda yang disebut sebagai masa depan Juventus dan Italia - adalah tugas berat pertama yang harus diwujudkan. Dengan adanya minat yang datang dari Arsenal dan Manchester United, membuktikan bagaimana potensi sang pemain. Kabar terkini menyebutkan Andrea Barzagli harus absen akibat cedera, situasi itu membuat lini belakang Juventus tak memiliki banyak opsi sehingga kepiawaian Rugani yang sudah terbukti bersama Empoli musim lalu bisa diandalkan.

Mencari pelapis sepadan bagi Stephan Lichtsteiner menjadi tindakan yang harus diambil dalam memperkuat sektor pertahanan. Bek sayap asal Swiss itu memang bisa langsung memberikan penampilan terbaiknya selepas kembali dari operasi jantung, namun keberadaan pemain pelapis tetap dibutuhkan. Jika di sisi kiri Patrice Evra dan Alex Sandro mulai bergantian tampil, maka salah satu dari Sime Vrsalijko, penggawa Sassuolo ataupun Widmer dari Udinese bisa menjadi opsi terbaik dari sesama klub Serie A.

Rapor memuaskan terpatri pada barisan depan tim, meski sempat mengalami kesulitan proses adaptasi di awal musim kini perlahan Paulo Dybala muncul sebagai idola baru publik J-Stadium dan belakangan sudah mulai klop dengan Mario Mandzukic sebagai duet penyerang utama sembari menunggu Alvaro Morata kembali menemukan bentuk permaninan terbaik. Simone Zaza cukup memuaskan namun jika mendapat kepercayaan.

Perubahan dalam lini ini mungkin dilakukan namun tidak dalam waktu dekat, Ezequiel Lavezzi bakal menjadi tambahan berharga namun kemungkinan besar didatangkan di akhir musim dari Paris Saint-Germain dengan bebas transfer, juga demikian dengan youngster FC Basel, Breel Embolo hingga bintang Sassuolo, Domenico Berardi.

Satu-satunya lini yang layak mendapat sorotan lebih adalak sektor tengah tim. Absennya Claudio Marchisio di awal musim sempat menghadirkan kesulitan bagi tim, kembalinya sang gelandang mampu menunjang permainan Paul Pogba, Stefano Sturaro maupun Hernanes. Kembalinya Kwadwo Asamoah, Roberto Pereyra dan Mario Lemina nanti bisa menjadi opsi tambahan tapi tetap tak menutup celah besar tim yang membutuhkan gelandang kreatif sebagai pengatur serangan.

Nama yang kemungkinan besar dipastikan proses transfernya adalah Rolando Mandragora, gelandang Genoa yang kini bermain untuk Pescara di Serie B, namun kedatangannya mungkin baru akan terlaksana Juni nanti. Jika harus mendatangkan nama berkualitas, lini inilah yang layak mendapat perhatian utama. Sejumlah nama besar mulai dari Ilkay Gundogan, Isco, Joao Moutinho, Ever Banega hingga Roberto Soriano, salah satu dari mereka tentunya bisa menambah kualitas tim sesuai dengan kebutuhan.