Mengintip Statistik Pelatih Baru Barcelona

Seperti apa statistik kepelatihan nakhoda baru Barcelona, Ernesto Valverde?

Hanya sepekan setelah Luis Enrique memimpin laga terakhirnya bersama Barcelona, manajemen tim langsung mengumumkan sosok penggantinya di kursi kepelatihan.

Adalah juru taktik flamboyan Spanyol juga mantan pemainnya sendiri, Ernesto Valverde, yang akan mengasuh Lionel Messi cs musim depan. Satu pilihan yang sejatinya tak mengejutkan.

Sebelumnya Barca dihubung-hubungkan dengan Ronald Koeman, Jorge Sampaoli, Massimiliano Allegri, hingga Valverde sendiri. Nama terakhir kemudian jadi pilihan, karena filosofinya dipandang yang paling sesuai dengan klub.

Apa yang ditunjukkannya selama 15 tahun berkecimpung di dunia kepelatihan, memang jadi bukti. Valverde selalu meracik timnya untuk menang lewat cara yang enak dipandang.

Sepakbola menyerang jadi acuannya setiap kali hadapi lawan. Terbukti dari total menjalani 584 di sepanjang karier, Valverde nyaris memimpin timnya torehkan 1000 gol. Namun juga hadirkan risiko tinggi di lini belakang, karena kebobolan lebih dari 600 gol.

Meski begitu beberapa pihak memandang sinis penunjukan Valverde. Mereka berpendapat pelatih berusia 53 tahun tersebut tak punya pengalaman pimpin tim besar dan berlaga di level tertinggi sepakbola. Terpapar dari rerata perolehan poinnya yang hanya 1,72 per partai.

Faktanya Barca memang suka merekrut pelatih dengan latar belakang medioker, yang nantinya justru bakal meninggalkan klub lewat status legenda.

Dalam sedekade terakhir, sebut saja Frank Rijkaard, Pep Guardiola, Tito Vilanova, hingga Enrique. Mereka datang dengan curriculum vitae yang tampak mustahil membuat Barca bisa merajai banyak kompetisi.

Valverde bisa dibilang begitu, tapi sejatinya dia punya riwayat yang jauh lebih bagus dari nama-nama di atas. Eks pelatih Athletic Bilbao itu sudah mengoleksi lima trofi bergengsi, tersebar dalam tiga Liga Super Yunani, Piala Yunani, dan Piala Super Spanyol.

Valverde juga pernah membawa Olympiakos ke perempat-final Liga Champions dan Espanyol ke final Piala UEFA. Satu hal yang jelas bakal sangat membantunya untuk tak kikuk memimpin Barca di turnamen Eropa nanti.

Menyoal taktik, Valverde biasa menggunakan formasi 4-2-3-1. Sedikit berbeda dengan Barca yang bertahun-tahun andalkan 4-3-3. Namun selama filosofi mampu terintegrasi, formasi apapun bisa disesuaikan.

Mari kita nantikan bakal seperti apa kiprah Valverde bersama Barca musim depan. Mampukah dirinya membawa Los Cules kembali merajai semua ajang di momen puncak karier kepelatihannya?

Topics