Menimbang Plus-Minus Penunjukan Ryan Giggs Sebagai Manajer Manchester United

Giggs masih menjabat sebagai asisten manajer Louis van Gaal, namun namanya kini menjadi salah satu favorit untuk menggeser bosnya itu di Old Trafford.

Posisi Louis van Gaal di Manchester United yang tengah dalam sorotan mengundang banyak pihak untuk berspekulasi. Sampai saat ini, sudah ada beberapa nama yang diangkat ke permukaan untuk menjadi suksesornya di Old Trafford.

Jose Mourinho yang baru saja dipecat dari Chelsea, Pep Guardiola yang telah memutuskan pergi dari Bayern Munich pada akhir musim ini sampai Ryan Giggs yang masih menjabat sebagai asisten Van Gaal difavoritkan untuk mengambil alih pekerjaan di Teater Impian.

United sendiri dipercaya tengah menimbang posisi Van Gaal yang gagal mengangkat prestasi anak asuhnya dalam kurun waktu 18 bulan terakhir – meski ia sudah diberi kebebasan termasuk menghabiskan banyak dana belanja.

Kekalahan 2-1 dari Norwich City pada akhir pekan kemarin membuat posisi Van Gaal kian terdesak sebagaimana itu merupakan kekalahan ketiga beruntun untuk United di semua kompetisi. Dan lebih dari itu, mereka sudah tidak lagi bisa menang sejak keberhasilan memetik kemenangan di markas Watford pada akhir November, dan mereka kini tengah dalam laju enam laga tanpa menang.

Ada laporan yang mengklaim bahwa pihak klub akan memecat Van Gaal jika tim arahannya kembali kalah saat menyambangi markas Stoke City pada Boxing Day nanti, dan Giggs bukan tidak mungkin akan ditunjuk sebagai suksesornya selain Mourinho dan Guardiola.

Seperti diketahui, Giggs pernah menukangi United selama empat pertandingan pasca lengsernya David Moyes pada akhir April 2014 silam. Waktu itu, sosok yang dijuluki The Welsh Wizard ini membawa klubnya meraih dua kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan di ajang Liga Primer Inggris 2013/14.

Giggs memang menjadi solusi instan di tengah menurunnya performa United pasca kejatuhan Moyes. Dengan pengalamannya sebagai pemain dan pengetahuannya yang mendalam soal klubnya, Giggs sewaktu menjabat sebagai caretaker berhasil membangkitkan kembali aura timnya dengan menunjukkan ‘United way’ yang tidak mampu dihasilkan Moyes.

Kini, hal itu terulang kembali dengan Van Gaal. Sejak mengambil alih klub pada musim panas 2014 lalu, pria Belanda itu gagal memancarkan aura terpendam dalam tubuh Setan Merah dan malah memaksakan filosofinya yang tidak berjalan sempurna.

Van Gaal dikenal sebagai sosok yang keras kepala dan tidak mau memberikan instruksi dari pinggir lapangan, dengan ia lebih memilih duduk di bangku cadangan. Dan pada akhir pekan kemarin dalam kekalahan dari Norwich, ada pemandangan menarik saat Giggs melakukan tugas Van Gaal di pinggir lapangan, yang mana seolah menjadi pemberontakannya terhadap filosofi sang manajer.

Giggs memang belum terlalu teruji sebagai pelatih kepala, tapi ada beberapa orang yang mendukungnya untuk benar-benar menggantikan peran Van Gaal, salah satunya adalah Graeme Souness.

“Saya pikir manajer berikutnya [dari United] itu harus Ryan Giggs. Tidak peduli apa yang terjadi,” ujarnya kepada Sky Sports.

“Dalam beberapa hari ke depan akan sangat sulit jika kita tidak melihat mereka [United] mengamati Van Gaal dengan seksama karena hasil-hasil akhir yang mereka raih tidak cukup bagus.

“Saya pikir dia [Van Gaal] akan mengetahui nasibnya pada periode liburan ini dari orang-orang yang membuat keputusan di United. Dan apakah itu solusi jangka pendek atau jangka panjang, saya hanya bisa melihat Ryan Giggs [untuk mengambil alih].

“Mereka sempat memilih David Moyes – yang merupakan pilihan Fergie – yang terbukti tidak berhasil. Mereka kemudian menunjuk manajer dengan CV fantastis, sangat berpengalaman [pada diri Van Gaal] dan sampai saat ini itu juga tidak berhasil, dan saya pikir satu-satunya jalan adalah dengan menilik pada apa yang sudah mereka miliki.”

Pendapat Souness diamini oleh John Barnes, yang menambahkan: “Apakah Manchester United bisa kembali ke Manchester United way? Jika mereka ingin melakukan itu, maka Ryan Giggs adalah jawabannya.”

United way merupakan salah satu hal yang bisa dihasilkan dan dimiliki Giggs, tapi kemampuannya dalam meracik strategi masih belum bisa digaransi. Untuk menunjuknya sebagai manajer akan menjadi sebuah perjudian besar, tapi di sisi lain hal itu bisa menjadi jalan keluar untuk kembali ke akar filosofi United yang sebenarnya.