Menpora Tak Tahu Ada Surat Ke Sekretariat Negara

Imam Nahrawi menegaskan, semua pejabat di Kemenpora berhak tanda tangan di surat kementerian.

Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku belum mengetahui ada surat dari kantor kementeriannya kepada sekretariat negara (Setneg) mengenai pelarangan pemberian fasilitas kepada PSSI.

Dalam surat yang ditujukan kepada sekretaris kementerian sekretariat negara tertanggal 20 Mei 2015, dan ditandatangani sekretaris Kemenpora (sesmenpora) Alfitra Salam itu disebutkan seluruh kegiatan PSSI tidak diakui pemerintah setelah dibekukan Menpora.

Karena itu, Kemenpora meminta Setneg tidak memberikan fasilitas apa pun di lingkungan komplek Badan Layanan Umum Gelora Bung Karno (BLU GBK) kepada PSSI. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Menpora sebagai laporan.

“Saya belum tahu. Mungkin tim transisi, atau sesmenpora yang mengirimkan, bisa saja. Tapi sampai saat ini saya belum cek,” ungkap Menpora di kantor Kemenpora.

“Semua pejabat di sini [Kemenpora] mulai dari sesmenpora, deputi, maupun asisten deputi berhak tanda tangan, masa harus saya semua. Kalau surat keputusan, baru saya yang tanda tangan.”