Merasa Dikhianati, Lucas Perez Ingin Tinggalkan Arsenal

Perez mengaku ingin hengkang dan kembali ke Deportivo La Coruna setelah merasa dikhianati oleh Arsenal.

Lucas Perez sudah membulatkan niatnya untuk meninggalkan Arsenal di musim panas ini dan kembali ke klub lamanya Deportivo La Coruna.

Rekrutan musim panas 2016 itu jarang diberi kesempatan bermain di gelaran kemarin dan lebih sering dilibatkan di ajang piala domestik, dengan ia hanya diturunkan sebanyak 11 kali di Liga Primer Inggris.

Seiring Piala Dunia 2018 yang semakin dekat, Perez kini berusaha untuk hengkang dari Emirates Stadium demi memperbesar peluangnya masuk tim nasional Spanyol.

Ia mengatakan: “Saya ingin hengkang, untuk bermain dan agar bisa bahagia,” ujarnya kepada La Voz de Galicia.

“Tahun lalu saya jarang diberi kesempatan dan ketika saya memilikinya, saya memaksimalkannya. Dan musim ini kurang lebih akan sama."

“Saya ingin bermain reguler agar bisa masuk tim nasional. Saya ingin bermain, dan untuk itu saya harus hengkang. Dan menurut saya tempat terbaik untuk melakukan itu adalah di rumah, bersama Depor.”

Hubungan Perez dengan Arsenal semakin renggang setelah sang pemain merasa dikhianati oleh pihak klub, yang sebelum ini memberikan nomor punggung 9 miliknya kepada Alexandre Lacazette.

Mengenai hal ini, Perez mengatakan, “Mereka [Arsenal] tidak sopan dengan saya. Pengalihan nomor punggung itu, tanpa memberitahu saya, merupakan puncaknya."

“Saya jengkel dengan ini. Saya sudah memberikan segalanya namun mereka justru tidak menghargainya jadi saya tidak tahan lagi. Saya merasa ditipu. Pada Februari lalu saya bahkan tidak diizinkan pergi ke Tiongkok dengan dijanjikan bermain lebih sering."

“Tapi masalah nomor punggung itu merupakan gestur buruk dari mereka. Di tur pramusim, Lacazette meminta pada manajer [Arsene Wenger] dan dia menerimanya. Setelahnya, dia mengabaikan saya. Tahun lalu dia bilang kepada saya bahwa dia mengerti akan rasa frustrasi saya. Saya pikir musim ini jadi lebih buruk, jadi bantulah saya untuk pergi."

“Untuk bermain di Piala Dunia adalah mimpi saya. Namun untuk itu saya harus bermain dan saya harus merasa bahagia. Itulah mengapa saya ingin kembali ke Coruna.”