Michel Platini: Financial Fair Play Tidak Lumpuhkan Klub!

Presiden UEFA ini tak setuju FFP dituding menghambat klub untuk membuat gebrakan di level atas.

Presiden UEFA, Michel Platini, menentang keras tudingan bahwa aturan Financial Fair Play (FFP) melumpuhkan klub-klub dan menghambat jalan mereka buat menggapai prestasi tertinggi di kancah Eropa.

Regulasi ini mengharuskan seluruh tim yang terdaftar untuk kompetisi UEFA tidak berutang kepada klub lain, pemain-pemain mereka dan otoritas sosial/pajak sepanjang musim. Para kontestan juga wajib menaati aturan break even, yang artinya mereka dilarang membelanjakan uang lebih banyak ketimbang yang dihasilkan.

Sejak diperkenalkannya FFP, beberapa klub yang tadinya amat mengandalkan suntikan dana investasi dari pemilik kaya jadi tak bisa lagi bebas memanfaatkan keuntungan itu. Manchester City dan Paris Saint-Germain bahkan dikenakan sanksi ekonomi dan pengurangan kuota pemain dalam skuat Liga Champions musim lalu akibat pelanggaran FFP.

Terlepas dari niatan UEFA agar kondisi keuangan klub lebih sehat, beberapa menganggap FFP hanya alat untuk menjaga status quo kelompok elite tim Eropa dan menjegal laju "klub kaya baru" seperti City dan PSG buat mendobrak.

Platini membantah keras, seraya menegaskan fakta bahwa kenyataannya tidak sedikit klub yang membuat gebrakan di Liga Champions tanpa sokongan dana melimpah. Lagipula, kendati kembali gagal di ajang kontinental, PSG dengan amunisi mewahnya terbukti dapat memborong habis gelar di Prancis musim lalu: Ligue 1, Coupe de France, dan Coupe de la Ligue.

"PSG lumpuh? Mereka memenangi segalanya! Tidak di Eropa, itu benar, tapi sayang sekali!" ujar Platini kepada Le Parisien.

"Saya melihat Juventus di final Liga Champions tahun ini, yang sebelumnya tidak terjadi selama 12 tahun."

"Musim lalu, ada Real Madrid yang tak pernah juara selama 12 tahun menghadapi Atletico Madrid, yang sebelumnya absen di level ini selama 25 tahun. Saya tidak melihat di mana letak ini [FFP] membekukan hal-hal."