Michel Platini Terus Upayakan Rencana Kartu Putih

Kartu putih digunakan untuk menghukum pemain yang melakukan tindakan tak terpuji di lapangan, contohnya ber-diving atau mengucap kata-kata kasar.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter
Presiden UEFA, Michel Platini, terus menyuarakan ide untuk memperkenalkan penggunaan "kartu putih" ke sepakbola.

Rencana itu pertama kali disampaikan Platini pada Oktober silam, namun langsung ditentang oleh Sepp Blatter, sang presiden FIFA, yang merasa belum perlu dilakukan perubahan terhadap aturan yang telah berlaku sejak lama.

"Tak masuk akal mengubha aturan yang telah ada sejak 1886. Tetapi kita harus fleksibel dari sudut pandang teknis," kata Blatter kala itu.

Platini tak menyerah begitu saja. Berbicara di Dubai International Sports Conference pada Minggu (27/12), pria Prancis itu kembali melontarkan gagasannya dan menekankan sepakbola tak perlu ragu untuk belajar dari cabang olahraga lain, seperti rugby, demi memperbaiki permainan.

Adapun kartu putih sendiri dimaksudkan sebagai hukuman untuk pemain yang melakukan "dosa" atau sikap tak terpuji di lapangan, contohnya melakukan simulasi atau melontarkan kata-kata tak patut. Pemain yang diganjar kartu ini harus meninggalkan lapangan selama beberapa waktu.

"Kartu putih adalah inisiatif baru. Ini berhubungan dengan perilaku pemain-pemain sepakbola. Bersandiwara, kritikan di lapangan, hal-hal ini tak diterima oleh orang-orang yang mencintai permainan ini," demikian tutur Platini.

"Kartu kuning masih akan ada, tapi mungkin menarik untuk memiliki kartu lain."

"Kartu putih akan mengeluarkan pemain selama beberapa menit, mungkin lima atau sepuluh menit. Ini akan menjadi cara untuk mempromosikan permainan di antara fans yang tak mau melihat hal ini."

"Dengan kartu putih, tak akan ada suspensi. Saya pikir kita harus belajar dari olahraga-olahraga lain, seperti rugby, yang telah menggunakan sistem ini."

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics