Milomir Seslija: Makan Nasi Goreng, Denda Rp5 Juta

Milo juga melarang pemain menggunakan telepon seluler saat makan maupun sebelum pertandingan.

Pelatih anyar Persiba Balikpapan Milomir Seslija mulai menerapkan aturan ketat demi meningkatkan sikap disiplin dan profesional penggawa Beruang Madu. Milo juga meminta pemain melupakan semua kekalahan.

Penerapan aturan ini bukan hal baru bagi Milo. Sebelumnya, saat menukangi Arema FC, Milo pernah memberikan sayembara dengan ganjaran Rp1 juta jika ada yang melaporkan pemain Arema mengonsumsi makanan berminyak.

Milo mengatakan, aturan ini diharapkan dapat dijalankan pemain, sehingga Persiba bisa terangkat dari zona merah. Juru takti asal Bosnia itu senang pemain bersedia mengikuti aturannya.

“Program tim akan saya buat semuanya. Jadwal dibuat untuk mencintai sama-sama dan tidak untuk membunuh kalian satu sama lain. Kalau saya tahu ada pemain makan nasi goreng akan didenda lima juta,” ujar Milo kepada pemain dilansir akun Facebook resmi klub.

“Saya di sana [Malang] banyak kawan. Jika pemain makan nasi goreng, terus ada kawan saya yang kirim foto, saya akan denda pemain itu. Jangan ada pemain minum minuman bersoda.”

“Tidak boleh menggunakan handphone [telepon seluler] sebelum pertandingan, tidak boleh ada hape pada saat makan dan waktu ke stadion. Setelah pertandingan, pemain bebas menggunakan handphone. Saya mau kalian ketika di lapangan memberikan 120 persen.”

Milo juga meminta pemain agar segera bangkit, dan melupakan semua kekalahan. Ia pun tidak mempermasalahkan bila ada pemain yang tak suka kepada dirinya. Milo tetap menganggap pemain tersebut sebagai bagian tim.

“Lupakan masa lalu. Tim ini bagus, dan pelatihnya bagus. Kami punya style baru. Tiba di Malang nanti pemain harus enjoy, tapi tetap harus selalu kerja keras,” tegas Milo.

“Kita semua keluarga. Mungkin ada satu pemain yang tidak suka sama saya, tapi saya tetap berpikir kami tetap satu tim. Semua masalah di klub, kami akan tanggung sama-sama. Semuanya obyektif, dan kami tanggung sama-sama. Semoga besok datang sebagai orang yang baru.”