Mimpi Sol Campbell Manajeri Arsenal Atau Tottenham Hotspur

Sol Campbell sejatinya punya ambisi melatih Arsenal atau Tottenham Hotspur, akan tetapi dia tidak pernah mendapatkan perhatian dari duo eks klubnya it


OLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti di twitter


Legenda Arsenal dan Tottenham Hotspur Sol Campbell sebetulnya punya impian melatih dua klub yang pernah dibelanya ini. Hanya saja, dia tidak pernah diberikan kepercayaan oleh masing-masing karena kurangnya jam terbang yang bersangkutan di dunia manajerial.

Mantan bek yang kini berusia 43 tahun itu hampir mewujudkan cita-citanya menjadi manajer ketika dia dekat dengan potensi membesut Oxford United. Nahas, klub itu pada akhirnya mempekerjakan Craig Bellamy ketimbang dirinya.

Campbell sempat merasakan dunia manajerial. Hanya saja itu dilakukannya di level bawah ketika jadi asisten manajer timnas Trinidad dan Tobago Dennis Lawrence.

Kurangnya pengalaman dalam mengurusi hal-hal taktikal menjadi sebab Arsenal dan Spurs khawatir bila mempekerjakan Campbell di bench masing-masing. Demikian pengakuan mantan defender terbaik Inggris itu.

Namun di sisi lain, Campbell melihat duo London Utara ini membutuhkan terobosan dalam sepakbola.

"Saya tidak jadi gabung ke sana (Oxford), mereka tidak menerima saya," buka Campbell.

"Mungkin karena kurangnya pengalaman dan hal-hal semacam inilah yang ditakutkan (Arsenal dan Spurs) pada diri saya. Tapi inilah roda kehidupan. Pengalaman? Bagaimana saya bisa mendapatkan pengalaman? Makanya, saya perlu pekerjaan untuk mendapatkan pengalaman yang dibutuhkan."

"Saya tidak ingin terlalu rendah sehingga ini menjadi sebuah perjuangan. Saya tidak ingin terlalu rendah sehingga saya berada di bawah kendali seseorang dan berpikir 'apa yang saya lakukan di sini?' Saya lebih senang menangani klub sendiri (Arsenal dan Spurs)."

"Saya percaya diri dan ini tidak seperti ilmu roket yang menggerakkan sepakbola, terutama ketika Anda berada di level itu. Jika Anda cukup cerdas dan mudah dalam belajar, Anda akan bisa segera paham, dalam dua atau tiga pertandingan. Apa yang tim butuhkan, pelatihan yang seperti apa, bagaimana bertahan di liga, menjadi lebih baik di liga itu."

"Saya orang yang cukup cerdas. Saya adalah salah satu orang yang punya ide besar dalam sepakbola hanya saja waktu saya terbuang lantaran kurang pengalaman," pungkasnya.