Minim Pemain, Libur Persebaya Surabaya Ditambah

Para penggawa Bajul Ijo kembali diliburkan di jeda kompetisi, karena hanya sepuluh pemain yang menjalani latihan.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI SURABAYA Manajemen Persebaya Surabaya terpaksa memperpanjang libur mereka di jeda kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, menyusul minimnya jumlah pemain yang mengikuti latihan.

Persebaya sejatinya sudah menggelar latihan selama satu pekan, terhitung sejak Senin (16/6). Hanya saja, latihan tidak bisa dihadiri semua penggawa Bajul Ijo, lantaran ada delapan pemain yang dipanggil menjalani pemusatan latihan bersama timnas senior dan U-23, serta dua penggawa asing memilih mengisi waktu libur dengan pulang ke negaranya masing-masing.

Pilihan ini diambil jajaran manajemen dan tim pelatih, karena tim Persebaya dinilai tidak bisa menjalani latihan secara efektif dalam beberapa hari ini. Pemain mendapat jatah liburan lagi, dan dijadwalkan kembali berkumpul untuk melakukan latihan pada 1 Juli.

“Latihan tidak maksimal, karena hanya ada sepuluh pemain saja. Jadi, pelatih [Rahmad Darmawan] memutuskan untuk kembali meliburkan skuat. Kebijakan ini sudah disampaikan kepada manajemen, dan mereka juga menyetujuinya,” ungkap sekretaris tim Persebaya Rahmad Sumanjaya kepada Goal Indonesia.

“Kalau pemain lokal sudah diberitahu soal libur satu minggu, tapi OK John dan Pacho [Emmanuel Kenmogne] belum. Secepatnya pasti akan kami beritahu.”

Meski demikian, pelatih, pemain, dan ofisial tim tetap menerima haknya secara utuh. Setelah pada 9 Juni lalu diliburkan selama satu pekan dan kembali melakukan latihan pada 16 sampai 21 Juni, skuat kembali diliburkan mulai 23 Juni sampai 1 Juli 2014.

“Di Persebaya enak kan, banyak libur, tapi gaji yang diterima tetap utuh," sindir Amran Said Ali yang menjabat sebagai asisten manajer Persebaya.

Manajemen Persebaya tidak mau menyebutkan jumlah total dana yang dikeluarkan untuk posisi pelatih, pemain, serta ofisial pendukung dalam satu bulan. Saat dilempar tentang jumlah nominal mencapai angka Rp300 juta, Amran justru menyebutkan jumlah di atasnya.

“Saya tidak tahu totalnya berapa. Sepertinya, lebih dari itu [Rp300 juta] untuk bayar tim. Dan itu dibayar setiap bulan kepada pelatih, pemain, dan tim perlengkapan,” tandasnya. (gk-43)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.