Mino Raiola: Gianluigi Donnarumma Dibully AC Milan!

Menurut Raiola, Donnarumma telah siap menandatangani kontrak baru di Milan, namun klub melakukan intimidasi tak menyenangkan.

Agen kontroversial Mino Raiola mengklaim AC Milan melakukan intimidasi dan memberikan lingkungan tak menyenangkan untuk Gianluigi Donnarumma setelah kiper muda ini menolak tawaran kontrak baru. 

Disebut sebagai masa depan Setan Merah, kiper internasional Italia — yang habis kontrak di akhir musim 2017/18 — membuat keputusan mengejutkan untuk tidak menambah masa bakti. 

Pemain 18 tahun ini — yang dihubungkan dengan Real Madrid, Juventus dan Manchester United — kemudian mendapat kritik deras menyusul keputusannya untuk tidak menetap di Milan. Teranyar, suporter yang berang menghujaninya dengan uang palsu saat Italia jumpa Denmark di Euro U-21. 

Tak terima dengan tekanan yang dihadapi kliennya, Raiola pun buka suara untuk membela Donnarumma. 

“Situasinya menjadi terlalu keras dan ada permusuhan, jadi memang tidak ada jalan keluar,” ujar Raiola kepada Sky Sport Italia, Mediaset Premium dan Rai Sport. “Kami mengambil keputusan yang tidak ingin kami ambil. 

“Ini tidak ada hubungannya dengan uang. Kami diancam. Keluarga Donnarumma diancam, baik tidak lagi bermain hingga ancaman pembunuhan. Anda tidak bisa mempertahankan pemain dengan mengancamnya. 

“Sekarang ada risiko ia bisa absen setahun. Melihat kualitasnya memang tidak mungkin, tapi ini hampir terjadi intimidasi. 

“Kami tidak pernah bicara soal uang atau klausul pelepasan, karena kami tidak diizinkan bicara sejauh itu, atau tidak memikirkan yang terbaik untuk Gigio. 

“Ia sudah siap menandatangani kontrak baru, tidak ada keraguan dalam pikirannya. Mereka memaksa kami membatalkan negosiasi karena lingkungan yang diciptakan di sekitarnya. 

“Saya bertanggung jawab. Mereka memaksa kami. Adalah Milan yang kehilangan Donnarumma. Ia bilang kepada saya, ’Jujur Mino, saya tidak merasa tepat melanjutkan negosiasi ketika orang-orang ini menghina dan mengancam saya serta keluarga saya’. 

“Contohnya, ada spanduk di depan markas klub. Klub harus melindungi pemain dan mencopot spanduk itu. Klub harusnya mendukung pemain dan mendorong kariernya, bukan mengancam dia dengan akan mencadangkan dia.” 

Topics