Miris, Manchester United Kontra Liverpool Tanpa Pemain Lokal

Begitu berkembangnya industri sepakbola di Inggris membuat pemain-pemain lokal bahkan harus tersingkir dari kampung halamannya sendiri.

Ada fakta menarik yang mungkin muncul saat Manchester United menjamu Liverpool di Old Trafford akhir pekan nanti.

Mengacu pada starting line-up di laga sebelumnya, ada kemungkinan Manchester United dan Liverpool akan bermain tanpa pemain lokal yang mewakili kota mereka.

Ini akan menjadi yang pertama kali terjadi dalam sejarah pertemuan kedua tim di era Liga Primer Inggris, di mana keduanya sudah 46 kali berduel satu sama lain.

Di musim lalu, kita masih bisa melihat Steven Gerrard, pemain asal Huyton, bermain untuk Liverpool, terlepas dari hasil yang dicatat di papan skor.

Bahkan dalam sejarah Liga Primer, laga nanti akan menjadi yang pertama dalam 16 tahun terakhir di mana duel tidak diikuti oleh Gerrard atau Ryan Giggs. Padahal di antara keduanya, Gerrard dan Giggs sudah memainkan 83 laga di semua kompetisi.

Situasi di Manchester United bahkan lebih serius. Di musim ini, United tak memiliki pemain lokal yang bisa dimainkan di tim utama mereka.

Ada Wayne Rooney, yang merupakan warga Liverpool, tepatnya wilayah Croxteth. Tapi striker Inggris itu saat ini membela United, bukan Liverpool.

Sebaliknya, Liverpool masih memiliki Jon Flanagan dan Jordan Rossiter. Masih ditunggu apakah keduanya, atau salah satu dari mereka, bisa bermain pada akhir pekan nanti di Old Trafford.

Apakah situasi ini buntut dari industri sepakbola yang berkembang begitu pesat di Inggris, yang berimbas pada terdepaknya pemain lokal dari kampung halaman mereka sendiri?

Faktanya, hal itu tak terelakkan. Nilai kompetitivitas begitu dijunjung di kompetisi seperti Liga Primer Inggris. Jika kalah bersaing, sudah pasti Anda akan didepak. Jika tak memiliki nilai tawar, bersiaplah untuk tersingkir.

Aturan homegrown player yang diberlakukan Liga Primer juga tak banyak membantu pemain lokal mendapatkan jatah spesial di tim kampung halaman mereka. Klub punya cara tersendiri untuk mengakali regulasi itu.

Liga Primer Inggris, kompetisi yang begitu populer di seluruh dunia, ironisnya, tidak banyak diikuti oleh pemain lokal mereka sendiri. Menurut BBC, jumlah pemain lokal Inggris yang bermain di kompetisi mereka sendiri kurang dari sepertiga dari total jumlah pemain yang ada, sekitar 32,36 persen pada musim lalu. Padahal 20 tahun lalu, prosentasenya mencapai 69 persen.

Bahkan ketergantungan klub akan pemain asing begitu menonjol dalam catatan statistik. Musim lalu, dari sekitar 373 pemain nonBritania Raya yang merumput di Liga Primer musim lalu, 92 di antaranya, atau sekitar 24,66 persen bermain tak kurang dari sepuluh laga.

Fakta di atas cukup menusuk bagi publik Inggris. Tim yang mereka banggakan, siapa pun itu, mungkin tak memiliki pemain lokal yang bisa dibanggakan. Menjadi hal yang ironis membandingkan kondisi saat ini dengan momentum pada September 1999, kala United menang 3-2 di Anfield, di mana ada delapan pemain lokal beraksi di laga tersebut.