Moeldoko Ajak Pemerintah Cari Solusi Untuk Tristan Alif

Tristan semestinya sudah menjadi pemain dari tim akademi Leganes, namun akhirnya terbendung oleh aturan FIFA.

Salah satu kandidat ketua umum PSSI, Moeldoko, memberikan semangat kepada pemain muda asal Indonesia Tristan Alif. Yang gagal bergabung dengan klub asal Spanyol, Leganes, karena aturan FIFA.

Usia Tristan yang masih 12 tahun mengharuskannya tetap dalam kawalan orangtua jika berkiprah di luar negeri. Hal itu tercantum dalam regulasi FIFA artikel 19, yang mengaruskan pemain di bawah 17 tahun selalu dalam kawalan orangtua.

"Pihak klub sebetulnya sudah tertarik merekrut Alif, tinggal menyelesaikan beberapa dokumen. Tapi, kami terkendala undang-undang FIFA artikel 19 yang mengharuskan jika perpindahan pemain di bawah umur maka kedua orangtuanya harus ikut pindah," jelas ayah Tristan, Ivan Trianto.

Moeldoko berharap, adanya kerja sama dari segala pihak untuk mendukung langkah pemain yang sempat dijuluki 'Messi Cilik Dari Indonesia' itu berkiprah di Eropa. Tristan sendiri sudah beberapa kali mengundang ketertarikan klub luar negeri seperti Ajax Amsterdam, Getafe dan beberapa klub Eropa lainnya.

"Memang banyak regulasi FIFA yang harus dipenuhi untuk perekrutan di bawah umur. Nanti kita carikan solusinya bersama-sama. Yang terpenting, semangat Tristan harus tetap dijaga. Jangan sampai padam," kata Moeldoko.

"Saya berharap pemerintah maupun pihak swasta mencarikan jalan keluar terhadap kasus-kasus seperti ini. Jangan sampai bakat pemain Indonesia terhambat karena proses administrasi yang sebetulnya bisa diatasi bersama," sambungnya.

Dalam pertemuan Moeldoko dan Tristan, yang merupakan bagian dari program 'Moeldoko Mendengar', ia memberikan apresiasi kepada orangtuan Tristan yang terus memperjuangkan mimpi sang anak. Moeldoko juga berharap Tristan bukan hanya meningkatkan kemampuan, tapi juga fisik.

"Nutrisi penting untuk mendukung performa atlet. Kalau hanya skill saja, tapi tidak mampu tampil sepanjang pertandingan, tidak akan sukses juga. Saya juga bangga lihat kerja keras orangtuanya yang tidak pernah lelah mendukung anaknya. Ini satu hal lainnya yang layak diapresiasi."

Topics