Mohamed Salah Bangun Rumah Sakit & Sekolah Di Mesir

Meski kini sukses bersama Liverpool, Salah tidak lantas melupakan asal-usulnya dan berusaha meningkatkan standar hidup orang-orang di kampungnya.

Penyerang Liverpool Mohamed Salah memulai pembangunan rumah sakit dan sekolah di negara asalnya Mesir.

Salah sendiri tengah menikmati musim debut yang mengesankan bersama The Reds dengan mencetak 40 gol di semua kompetisi, namun ia tidak lantas melupakan orang-orang di kampung halamannya, Nagrig.

Menurut SunSport, pemuda berusia 25 tahun itu ikut menyumbang dana pembangunan rumah sakit serta sekolah untuk perempuan di kota kelahirannya tersebut, sehingga mereka tidak perlu ke luar kota hanya untuk mengakses kehidupan yang lebih baik.

Salah juga merupakan pemain yang berperan besar dalam kelolosan Mesir ke Piala Dunia untuk kali pertama sejak 1990, dengan ia disebutkan ikut menyumbang ambulans pertama di Nagrig dan keperluan medis untuk membantu masyarakat sekitar.

Dan manajer dari Mohamed Salah Charity Foundation sekaligus walikota Nagrig, Maher Shatiyah, mengungkapkan bahwa sang pemain juga ikut mendonasikan gajinya setiap bulan.

“Salah adalah orang yang baik, terlepas popularitasnya, dia tidak pernah melupakan kampung halamannya,” kata Shatiyah kepada SunSport.

“[Dia telah memberikan] banyak sekali bantuan, yang pertama adalah rentetan sumbangan makanan di bawah manajemen kota, serta unit ambulans pertama di kota itu."

“Salah juga selalu membantu sesama warga desa yang tidak mampu, tapi dia ingin memformalkan bantuan itu."

“Pembentukan yayasan itu menyokong lebih banyak keluarga. Dia menghabiskan antara £2.000 dan £3.500 per bulan.”

Kerabat Salah, Amr Abul-Naga menambahkan bahwa Salah selalu memiliki dedikasi untuk memajukan kehidupan di desanya.

“Salah mendonasikan £1 juta kepada Rumah Sakit Universitas Tanta untuk membeli peralatan medis yang modern,” kata Abul-Naga.

“Dia meminta agar bantuan seperti itu tidak dipublikasikan ke media. Dia ingin desanya tercukupi dengan semua layanan."

“Dia bahkan berencana untuk membuat jalur kereta api yang menghubungkan desanya dengan Basyoun.”