Momentum Final Napoli Wujudkan Scudetto

Tidak ada momentum lebih baik dan krusial buat Napoli wujudkan Scudetto, selain menang atas Juventus di Allianz Stadium dalam bentrok akhir pekan ini.

Perburuan Scudetto kembali memanas! Selama tujuh musim terakhir gelaran Serie A Italia, kampanye 2017/18 bisa dibilang sebagai edisi yang membuat khalayak sepakbola benar-benar memperdebatkan siapa yang bakal meraih Scudetto.

Untuk kali pertama dalam periode tersebut ada sebuah tim yang mampu mengangkangi peraih Scudetto enam musim terakhir, Juventus, selama 26 giornata di puncak klasemen. Tim itu adalah antagonis lawas Si Nyonya Tua, Napoli.

Klub milik Aurelio de Laurentiis ini miliki hasrat yang begitu besar, karena sudah berulang kali kecewa wujudkan mimpi Scudetto. Sejak promosi ke Serie A pada musim 2007/08, mereka dua kali jadi runner-up dan tiga kali finis di tiga besar lantaran dominasi Juve.

Musim ini, Napoli -- dengan segala keterbatasannya -- seakan melakukan segalanya untuk bisa wujudkan mimpi yang terakhir mereka rasakan nyaris 28 tahun silam.

Napoli tampak sengaja melepas kepentingan di Liga Champions, Liga Europa, bahkan Coppa Italia secara dini untuk fokus sepenuhnya di Serie A. Dari total 33 giornata yang sudah dihelat musim ini, I Partenopei memetik 25 kemenangan dengan hanya empat kali imbang dan dua kali kalah.

Total 81 poin Napoli koleksi, dengan hanya terpaut enam poin dari rekor terbaik mereka dalam sejarah Serie A. Luar biasa, tapi ironisnya Juve selalu selangkah di depan dengan kini memiliki 85 poin. Situasi yang sebenarnya membaik, karena pada kesempatan sebelumnya I Vesuviani sempat tertinggal tujuh poin jauhnya dari I Bianconeri.

Momentum final untuk wujudkan mimpi Scudetto lantas tiba Senin (23/4) dini hari WIB esok. Napoli akan berhadapan langsung dengan Juve di Allianz Stadium, yang mana kemenangan akan membuat mereka mengikis jarak hingga sebiji poin dari sang Capolista.

Situasinya sulit memang. Selain masih inferior menilik kualitas skuat, Marek Hamsik cs miliki rekor superburuk setiap kali berkunjung ke Allianz Stadium. Dari tujuh partai sejak lawatan pertamanya pada 1 April 2012, mereka selalu kalah dengan rekor 17 kali kebobolan dan cuma ceploskan tiga gol.

Selain itu ada pula mantan pujaan Neapolitan yang berkhianat ke Juve, Gonzalo Higuain. Alih-alih membuatnya menyesal, El Pipita justru jadi momok terbaru Napoli. Dari lima pertemuan, lima gol pula mampu digelontorkannya.

Namun Napoli harus mampu menembus segala ketabuan itu, karena hasil imbang atau bahkan kalah secara prematur bakal langsung memupus mimpi Scudetto mereka. Sebaliknya, jika sanggup penuhi target untuk menang -- meski masih tertinggal satu poin -- situasinya akan lebih menguntungkan tim asuhan Maurizio Sarri.

Dilihat dari sisa empat giornata setelah bentrok besar tersebut, mereka miliki jadwal yang lebih ringan.

Fiorentina, Torino, Sampdoria, dan Crotone di atas kertas akan mudah Napoli taklukkan. Sedangkan Juve memiliki potensi cukup besar untuk terpeleset dalam duel tandang melawan Inter Milan dan AS Roma, dari empat laga yang tersisa.

“Mereka yang paling siaplah yang bisa memenangkan pertandingan nanti. Kita semua tahu betapa pentingnya bentrok ini karena miliki dampak signifikan dalam perburuan Scudetto musim ini," ujar bintang Napoli, Lorenzo Insigne, seperti dikutip Sky Italia.

Sejarah membuktikan bahwa Juve kerap keluar dari situasi sulit macam ini, untuk kemudian berjaya di podium Scudetto. Sesuatu wajib dilakukan sebuah tim untuk jadi penguasa Serie A. Pertanyaannya, mampukah Napoli penuhi kewajiban itu musim ini? Mari kita nantikan bukti pembukanya di Allianz Stadium nanti!

Topics