Mundur, Kiatisuk Senamuang Buka Pintu Ke Luar Thailand

Setelah menelan kekalahan keenam dalam sepuluh laga, Kiatisuk Senamuang menyatakan mundur sebagai pelatih Thai Port FC.

Kiatisuk Senamuang mengundurkan diri sebagai pelatih Thai Port FC setelah menelan kekalahan 3-1 di kandang sendiri dari Chonburi pada lanjutan Thai League, Rabu (20/9) malam.

Keputusan itu ditempuh setelah Thai Port hanya mampu menang sekali dalam sepuluh pertandingan sejak dilatih Senamuang. Mantan pelatih timnas Thailand itu ditunjuk menjadi pelatih sejak akhir Juni lalu. Namun, periode kepelatihannya hanya bertahan 90 hari.

"Saya sudah menyampaikan keputusan ini kepada Madame Pang [Nualphan Lamsam, pemilik klub], tapi sepertinya dia belum mau mendengarnya saat ini," ujar pelatih yang akrab disapa Zico itu dalam konferensi pers pascalaga.

Meski masih harus menunggu tanggapan serta pengumuman resmi klub perihal pengunduran dirinya, Zico tidak ambil pusing. Pelatih 44 tahun itu siap menyambut ajakan melatih tim lain, termasuk dari luar Thailand.

"Saya seorang pelatih profesional, jadi saya akan mendengarkan semua tawaran. Melatih timnas negara lain? Belum bisa bilang. Tapi saya siap bekerja di mana pun," tukasnya.

Zico menorehkan rekor gemilang membawa Thailand merebut medali emas SEA Games 2013, melangkah ke semi-final Asian Games 2014, serta menjuarai dua edisi terakhir Piala AFF secara beruntun. Reputasi ini yang membawa sejumlah klub Asia Tenggara tertarik. Bahkan, awal musim ini, fans Persib Bandung membanjiri akun media sosial Zico agar bersedia melatih tim kesayangan mereka.

Namun, resume Zico di level klub tak sebaik di timnas Thailand. Pernah menangani Hoang Anh Gia Lai, Chula United, Chonburi, dan Bangkok FC, prestasi Zico hanya pernah merebut satu gelar Piala Kor Royal (semacam Community Shield).