Nenek Jadi Alasan Andik Rendika Rama Ke Madura United FC

Andik menyebutkan, sang ibu meminta ia memperkuat klub yang dekat dengan tempat tinggal, karena nenek sedang sakit.


LIPUTAN   ADITYA WAHYU PRATAMA     DARI   MADURA   

Bek anyar Madura United FC Andik Rendika Rama mengungkapkan alasannya memilih meninggalkan Persija Jakarta, dan bergabung dengan Laskar Sape Kerrab. Andik menyatakan, faktor keluarga membuat ia harus mengambil keputusan tersebut.

Andik telah mengikuti latihan tim sebelum bertolak ke Jember untuk memeriahkan pernikahan Bayu Gatra. Andik mengaku berat meninggalkan Persija, tapi saran sang ibu membuat ia memperkuat Madura United.

SIMAK JUGA: Madura United Tuan Rumah Piala Presiden 2017

“Saya sebenarnya betah main di Persija. Siapa yang tidak ingin main di sana? Mereka tim besar, punya sejarah panjang, dan suporter yang fanatik. Tetapi ini demi keluarga. Nenek sedang sakit, kalau dekat seperti ini bisa langsung pulang,” ujarnya.

“Ibu yang pertama kali menyarankan saya balik ke Jawa Timur, dan Madura United klub pertama yang menghubungi saya.”

SIMAK JUGA: Greg Lepas Dari Persija Karena Harga

Pemain berusia 23 tahun tersebut berharap mampu beradaptasi dengan cepat, dan segera bersaing memperebutkan posisi inti. Ia juga mengaku sudah mengenal beberapa penggawa Madura United.

“Saya pernah satu tim dengan Fandi [Eko Utomo] dan Asep [Berlian] saat memperkuat Indonesia All Star di Sunrise of Java Cup. Kalau dengan pelatih, saya pernah menjadi anak didiknya waktu di Persebaya U-18. Semoga bisa menembus tim inti musim ini,” tekad Andik.

SIMAK JUGA: Madura United Buru Gelandang Lokal & Asia

Sementara itu, 14 pemain mengikuti latihan perdana Madura United yang dilangsungkan di lapangan futsal Ole-Ole Surabaya. Latihan ini dipimpin asisten pelatih Winedy Purwito, mengingat pelatih Gomes de Olivera masih menjalani kursus lisensi di Brasil hingga 22 Januari. (gk-62)

Berikut skuat sementara Madura United:

Hery Prasetyo, Joko Ribowo, Angga Saputra, Munhar, Rendi Siregar, Guntur Ariyadi, Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, Rishadi Fauzi, Rossi Noprihanis, Andik Rendika Rama, Fandi Eko Utomo, Eriyanto, dan Tanjung Sugianto.