Neymar Diminta Lepas Ban Kapten Brasil

Neymar dinilai telalu dibebani tanggung jawab berat sehingga tak bisa fokus ke permainan sendiri di lapangan

Mantan penggawa tim nasional Brasil Carlos Alberto mendesak pelatih anyar Selecao Tite untuk mencabut ban kapten dari Neymar. 

Striker Barcelona tersebut terpilih sebagai kapten Brasil saat Dunga kembali menukangi klub pada 2014, setelah Piala Dunia di rumah sendiri, di mana Neymar menjadi bintang sebelum akhirnya dipaksa absen karena cedera dan Brasil dipermak Jerman 7-1 di babak semi-final. 

Pada Copa America 2015, Neymar memimpin tim namun ia mendapat kartu merah pada fase grup versus Kolombia dan menepi di sisa turnamen karena suspensi. Sebelum Dunga didepak menyusul kegagalan lain di Copa America Centenario bulan ini, mantan arsitek Brasil tersebut mempertimbangkan memilih nama lain karena Neymar, di usia yang baru 24 tahun, tidak dapat mengatasi tanggung jawab lebih yang dibebankan kepadanya. 

Saat ditunjuk sebagai arsitek anyar Brasil, Tite menolak mengonfirmasi apakah akan mempertahankan Neymar sebagai pemain meski eks bintang Santos ini mendapat kritik lantaran berpersta setelah timnya kalah 1-0 dari Peru.

Namun, legenda bek kanan Carlos Alberto yakin membebaskan Neymar dari tanggung jawab kapten akan memberikan impak positif baik bagi si pemain dan Brasil sendiri.  

“Jika saya pelatih tim nasiona, hal pertama yang saya lakukan adalah meminta kerendahan hati Neymar untuk mengembalikan ban kapten sehingga pelatih dapat memilih pemain lainnya,” beber Carlos Alberto. 

“Tidak cocok baginya menjadi kapten. Pele tak pernah jadi kapten. Pun dengan Garrincha atau Ronaldo, Rivaldo atau Nilton Santos. Kenapa Neymar harus menjadi kapten tim nasional? 

“Akan lebih baik membiarkannya main dan membebaskannya dari tanggung jawab memimpin grup. Biarkan ia bebas hanya memikirkan tentang bermain sepakbola. Ia akan melakukan lebih untuk tim dari sebelumnya. Saya akan menempatkan Miranda sebagai kapten.”