Nilmaizar Tak Percaya Langkah Semen Padang Terhenti

Nil enggan memberikan komentar mengenai wasit, dan menganggap anak asuhnya bermain tak sesuai harapan.

Pelatih Semen Padang Nilmaizar merasa tak percaya melihat tim besutannya dipaksa menyerah 5-2 dari Arema FC pada pertandingan leg kedua semi-final Piala Presiden 2017, Minggu (5/3) malam WIB, di Stadion Kanjuruhan.

Semen Padang sempat unggul dua gol lebih dulu. Namun Cristian Gonzales tampil menggila, dan melesakkan lima gol, sehingga Kabau Sirah tak berhasil melangkah ke partai puncak turnamen pramusim ini.

“Sepakbola terkadang tidak bisa dilogikakan. Kenyataannya kami kalah, dan bermain tidak sesuai harapan. Pertandingan berjalan dengan seru, sayang kekalahan ada di pihak kami,” tukas Nil.

“Saya tidak mau berkomentar soal wasit, karena nanti takutnya kami kalah, dan menyalahkan wasit. Yang jelas, biarlah kalian semua yang menilai pertandingan ini sendiri.”

Di sisi lain, tumbangnya sejumlah pemain cukup berperan dengan kekalahan itu. Salah satu yang krusial adalah keluarnya Boas Atururi. Menurutnya, kehilangan Boas membuat ritme permainan berubah, karena Semen Padang harus tampil dengan sepuluh pemain.

“Imbiri juga saya masukkan, karena Novan Setyo mengalami cedera. Saya tidak bisa paksakan dia bermain, karena kondisinya cedera,” ucap Nil.

Sementara itu bek Semen Padang Hamdi Ramdan menyatakan, sejumlah keputusan wasit turut memberikan pengaruh terhadap psikologi pemain. Hamdi menganggap ada beberapa keputusan wasit menguntungkan lawan.

“Situasi di lapangan terjadi dengan cepat. Wasit beberapa kali salah mengambil keputusan, sehingga kami mendapatkan tekanan,” ujarnya.