Obituari: Johan Cruyff, Seorang Revolusioner

Johan Cruyff memberikan inspirasi dan pengaruh besar bagi sepakbola modern yang kita kenal di masa kini.

OLEH: AGUNG HARSYA

Dunia sepakbola kehilangan salah satu ikonnya, Kamis (24/3) malam ini, ketika legenda Ajax Amsterdam, Barcelona, dan Belanda, Johan Cruyff, tutup usia.

Saya meyakini, Cruyff lebih dari sekadar ikon. Saya yakin, tidak ada figur legendaris lain yang memiliki pengaruh lebih besar dalam dunia sepakbola modern daripada Cruyff.

Tanpa Cruyff, tidak akan pernah ada Ajax. Tidak akan pernah ada Barcelona. Tidak akan pernah ada Belanda di peta sepakbola dunia.

Cruyff adalah intisari dari total football. Taktik permainan ciptaan Rinus Michels yang mencetuskan cara pandang baru terhadap sepakbola di awal 1970-an. Sebuah revolusi sepakbola modern. Di antara pemain lain yang membawa Belanda menjadi juara dunia tanpa mahkota pada Piala Dunia 1974, Cruyff lah yang dianggap sebagai lambang sejati dari sepakbola atraktif "The Clockwork Orange".

Dinamakan demikian karena permainan Belanda seperti halnya arloji, semua unsur saling bekerja supaya mesin dapat berjalan. Cruyff menjadi unsur paling penting dari mesin itu. Bermain sebagai penyerang tengah, Cruyff bebas bergerak merambah seluruh jengkal lapangan. Dia tak pernah diam dalam memberikan instruksi kepada rekan-rekan setimnya.

Selain piawai sebagai pemain dan pelatih, Cruyff juga adalah seorang pemikir ulung. Seorang filsuf. Sejumlah kosa kata baru tercipta karena terkadang otaknya bekerja lebih ligat ketimbang verbalnya. "En un momento dado" adalah salah sebuah ucapan Cruyff yang terkenal di kalangan pers Spanyol saat melatih Barcelona.

Banyak pula komentar Cruyff yang memberikan pengalaman menyelami akal pikiran yang mengasyikkan bagi para pemirsanya.

"Tim Italia tidak tahu cara mengalahkan Anda, tapi mereka bisa mengalahkan Anda."

"Sebelum saya melakukan kesalahan, saya tidak membuat kesalahan itu."

"Peluang adalah hal yang logis."

"Sepakbola sangatlah sederhana, tapi paling sulit bermain sepakbola yang sederhana."

"Setiap ketakunggulan memiliki keunggulan tersendiri."

"Jika kami menguasai bola, mereka tak dapat mencetak gol."

"Sepakbola adalah permainan dengan banyak kesalahan. Siapa yang melakukan kesalahan paling sedikit akan menang."

Pada hari-hari terakhir tugasnya sebagai pelatih Barcelona, Cruyff yang patah hati berujar pada pers, "Gigi waktu telah menjalankan tugasnya." Tanggal 19 Mei 1996, Cruyff dibebastugaskan sebagai pelatih Barcelona. Hari itu sekaligus menandakan akhir keterlibatan langsung Cruyff di dunia sepakbola.

Hari ini, giliran seluruh pencinta sepakbola yang patah hati. Setelah sekian lama berjuang, kanker paru-paru telah merenggut kisah hidup sang legenda. Seorang pemain revolusioner, pelatih besar, visioner, inovator, dan filsuf. Sepakbola takkan lagi pernah dapat menemukan Cruyff yang lain.

"Kami telah membuktikan kepada dunia bahwa menjadi pemain sepakbola itu dapat dinikmati, kami bisa tertawa dan melalui hal-hal yang fantastis. Saya mewakili era ketika sepakbola atraktif terbukti dapat dinikmati dan bisa meraih sukses."

Cruyff adalah sebuah inspirasi. Terima kasih, Johan!