Operator ISC A Panen Hampir Rp3 Miliar Dari Denda

Persija Jakarta jadi klub yang paling banyak mengeluarkan uang untuk membayar denda.

Joko Driyono selaku direktur utama dari operator Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, PT Gelora Trisula Semesta (GTS), membeberkan hitungan kasar yang didapat dari sanksi dan denda kepada klub sepanjang kompetisi.

Jumlahnya pun cukup fantastis, sebagaimana sepanjang musim ada saja kesalahan yang dibuat klub dari berbagai pelanggaran yang tercantum di dalam regulasi kompetisi nonresmi ini.

"Saya tidak bisa menjawab persis, tapi secara gambaran jumlahnya cukup fantastis, yakni menyentuh sekitar Rp3 miliar," ungkap Joko pada sesi jumpa pers penutupan ISC A, Rabu (21/12).

Lebih jauh, Joko menyebut bahwa Persija Jakarta jadi klub yang paling banyak 'menyumbang' uang sebagai wujud denda kepada operator. Persija sendiri memang ditimpa masalah kerusuhan suporter pada ISC lalu dan harus banyak merugi.

"Dana ini akan kami gunakan lagi untuk mengembangkan rencana ke depan. Untuk klub dengan jumlah denda terbesar ada di Persija, sekitar Rp500 juta," beber pria yang juga wakil ketua umum PSSI itu.

Uang kontribusi yang didapat klub selama ISC, menurut Joko, cukup besar untuk klub sehingga tak ada keterlambatan atau keluhan dari klub dalam membayar denda mereka.

"Tidak mendapat kesulitan karena klub ini dapat kontribusi komersial tiap bulan. Kemudian ada dari tv rating dan sharing yang hubungannya dengan prestasi. Hingga hari ini tidak ada masalah untuk klub melunasi."

Topics