Panduan Tuan Rumah Piala AFF 2014: Vietnam

Vietnam bersiap untuk menyelenggarakan ajang Piala AFF untuk keempat kalinya dan mengincar trofi kedua dalam sejarah sepakbola Asia Tenggara.

OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter

Gelaran turnamen bergengsi antar negara Asia Tenggara akan kembali dihelat tahun ini. Ya, Piala AFF akan menjadi pentas sepakbola akbar anak benua Asia yang berlangsung pada 22 November hingga 20 Desember mendatang.

Dua negara, Vietnam dan Singapura mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah dari masing-masing grup yang ada. Hanoi, Vietnam akan menjadi tempat dihelatnya partai Grup A yang melibatkan Indonesia, Filipina dan Laos, sementara Singapura akan menyelenggarakan pertandingan Grup B dengan kontestan Malaysia, Thailand dan Myanmar.

Ini akan menjadi kali keempat bagi Vietnam didapuk sebagai penyelenggara turnamen, setelah sebelum pernah melakoni hal serupa di tiga edisi sebelumnya pada 1998, 2004 dan 2010. Goal Indonesia menghadirkan panduan dan profil singkat negeri Paman Ho tersebut.

Secara geografis, Vietnam terletak di semenanjung Indochina dan memiliki garis pantai yang terletak langsung berhadapan dengan Laut Cina Selatan di sebelah timur. Menyandang status sebagai negara ke-13 yang memiliki tingkat populasi terbesar di dunia, menjadikan ibukota mereka, Hanoi, salah satu kota terpadat di Asia.

Meski dalam garis besar memiliki iklim tropis seperti negara-negara Asia Tenggara pada umumnya, tapi dengan letak Hanoi yang berada di utara dan dekat dengan perbatasan Tiongkok, menjadikan kota tersebut memiliki variasi empat musim yang cukup unik.

Selama berlangsungnya Piala AFF mendatang di akhir November hingga Desember, suhu di kota terbesar kedua di Vietnam diperkirakan cenderung kering dengan suhu sejuk yang berkisar antara 17 hingga 21 derajat celcius.

My Dinh National Stadium merupakan salah satu stadion modern yang dimiliki Vietnam saat ini. Berlokasi di barat laut dari pusat kota Hanoi, atau tepatnya di distrik Tu Liem, stadion berkapasitas 40.192 penonton ini berdiri megah dalam kompleks pelatihan nasional sekaligus menjadi panggung utama tim nasional Vietnam untuk menggelar sejumlah laga internasional.

Selepas diresmikan 2003 silam, My Dinh telah menjadi tempat berlangsungnya sejumlah pentas akbar seperti SEA Games, Piala Asia, serta pernah dua kali ditunjuk untuk menggelar Piala AFF yakni pada edisi 2004 dan 2010 lalu.

Selain menjadi markas kebesaran Vietnam, stdion ini juga tercatat pernah menyelenggarakan deretan pertandingan liga domestik, terutama saat periode 2005 hingga 2010, ketika dua klub The Cong dan Viettel FC memilih untuk menyelenggarakan laga kandang V-League maupun VFF Cup di My Dinh.

Tahun 2007, My Dinh National Stadium menjadi saksi bisu bagi sejarah persepakbolaan Vietnam. Di tahun itu, bersama dengan Indonesia, Thailand dan Malaysia, keempat negara Asia Tenggara tersebut terpilih menjadi tuan rumah Piala Asia.

Menggelar seluruh pertandingan Grup B, Vietnam yang kala itu di bawah asuhan Alfred Riedl sukses bersaing dengan deretan raksasa Asia seperti Jepang, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar dengan berhasil merengkuh satu tiket menuju fase perempat-final untuk kali pertama.

Kendati langkah mereka terhenti oleh Irak di babak gugur, tentunya hal itu cukup membanggakan bagi pasukan Golden Star mengingat mereka menjadi wakil Asia Tenggara dengan pencapaian tertinggi di turnamen nomor satu Asia edisi tersebut.

Satu pertandingan lain Grup A akan digelar di Stadion Hang Day yang berlokasi di pusat kota Hanoi. Markas empat klub lokal ini akan menghelat laga terakhir grup antara Indonesia dan Laos. Stadion berkapasitas 22 ribu penonton ini pernah menjadi markas timnas Vietnam sebelum pindah ke My Dinh. Pertandingan pembukaan dan final Piala Tiger 1998 diselenggarakan di stadion Hang Day.

Jika bosan dengan sepakbola ke mana Anda berpelesiran di dalam kota Hanoi? Kawasan kota lama menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara. Di sini Anda bisa berjalan-jalan melihat bangunan bersejarah Vietnam sambil menikmati keramaian pedagang makanan pinggir jalan atau melihat-lihat toko kerajinan untuk mencari oleh-oleh. Kawasan kota tua ini selalu ramai sehingga sangat disarankan untuk berjalan kaki, terutama di waktu malam hari.

Selanjutnya Anda bisa menuju ke landmark terkenal kota ini, jembatan Long Bien. Jembatan ini menghubungkan kawasan Hoan Kiem dan Long Bien dan melintasi Sungai Song Hong - atau secara harfiah juga dapat disebut Sungai Merah. Disarankan untuk berjalan kaki menikmati pemandangan di jembatan ini pada pagi hari.

Bangunan ikonik lain yang dapat Anda kunjungi selama melancong di Hanoi adalah Mausoleum Ho Chi Minh, bapak bangsa Vietnam. Kemudian ada pula kuil Chua Tran Quoc, pagoda But Thap, Gedung Opera, dan Museum Penjara Hoa Lo.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.