Pangkostrad Santai Tanggapi Imbauan Menpora

Edy Rahmayadi menegaskan, ia tidak akan maju menjadi calon ketua umum PSSI bila ada payung hukum yang melarangnya.

Panglima komando cadangan strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Edy Rahmayadi menanggapi dengan santai imbauan menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawri terkait larangan pemimpin induk organisasi olahraga di Indonesia merangkap jabatan.

Seperti diketahui, Edy merupakan salah satu calon yang ikut meramaikan bursa ketua umum PSSI pada kongres pemilihan 10 November di Jakarta. Menurut Edy, imbauan Menpora tidak mempunyai payung hukum tetap.

“Pejabat jangan memimpin cabor [cabang olahraga] kan hanya sebatas imbauan. Di negara ini mengenal hukum. Kalau hukum tidak memperbolehkan, baru kami tidak boleh,” ujar Edy.

“Statuta tidak melarang untuk itu, sehingga siapapun merangkap jika bisa memegang amanah. Saya pikir tidak ada masalah.”

Kendati demikian, jenderal bintang tiga itu pun menyambut baik imbauan Menpora sebagai bentuk kepedulian kepada cabor.

“Beliau berbicara seperti itu supaya olahraga ini ditangani secara serius. Mungkin beliau melihat kondisi persepakbolaan kita masih lemah, sehingga beliau menggugah kita untuk berpikir supaya lebih baik ke depannya,” kata Edy.

Edy menjanjikan, jika terpilih menjadi ketua umum PSSI, ia tetap bakal bersinergi dengan pemerintah, dalam hal ini Menpora.

“Semua yang hidup di Indonesia ini harus bersinergi dengan pimpinan yang ada di Indonesia secara formal. Pemerintah yang punya wewenang di republik ini. Omong kosong tanpa sinergi bisa berbuat banyak untuk republik ini,” ucap Edy.

“Walaupun sepakbola punya induk tersendiri, yaitu FIFA, tapi kita harus tetap tunduk, dan taat kepada pemerintah dalam rangka pembinaan.” (gk-61)