Para Buangan Louis Van Gaal Semakin Perihkan Luka Manchester United

Tim yang dikumpulkan dari pemain-pemain buangan Louis van Gaal dinilai bisa mengalahkan skuat utama Man United saat ini.

Di Vitality Stadium, markas Bournemouth, telah berjalan 74 menit ketika Louis van Gaal menggantikan Marouane Fellaini saat Manchester United berusaha membalukkan defisit 2-1. Pada menit ke-75, favorit fans Man United, Javier Hernandez, mencetak gol keduanya dan 60 detik kemudian menuntaskan hat-trick.

Bagaimanapun juga, Hernandez sedang bermain untuk Bayer Leverkusen, dan masuknya Nick Powell tidak dapat membantu Manchester United terhindar dari kekalahan.

Kemudian, dini hari tadi, James Wilson mencetak gol keduanya dalam dua laga beruntun sejak mendarat di Brighton dengan status pinjaman. Pada Minggu, Jonny Evans dan Darren Fletcher membantu West Bromwich Albion meraih poin penting di markas Liverpool, sementara Angel di Maria mencatatkan hat-trick assist pada kemenangan terbaru PSG di Ligue 1 Prancis.

Para pemain pengganti terpencar di mana-mana ketika Van Gaal merasa kekurangan pada kedalaman skuat yang ia pangkas sendiri. Cedera mungkin bukan salah pelatih asal Belanda itu, tetapi kurangnya pemain untuk melapisi jelas tanggung jawabnya, terutama mayoritas mantan pemain utama yang ia singkirkan tampak bersinar.

Sementara ke-empat pemain yang disebutkan telah menampilkan kecemerlangan usai periode di Old Trafford, masih ada kisah sukses lain. Bahkan pemain seperti Rafael dan Nani membuktikan dengan dampak mereka di Lyon dan Fenerbahce, mereka masih bisa berbicara banyak, dan Tom Cleverley mulai jadi favorit fans Everton.

Sangat sedikit pemain buangan Van Gaal menjalani performa buruk saat ini, dengan mantan pemain Paul Scholes dan Michael Owen baru-baru ini mengatakan bahwa mereka bisa membentuk tim dari para pemain buangan yang akan mampu menaklukkan skuat utama United saat ini. Ini pernyataan yang bisa dimengerti.

Robin van Persie menjadi salah satu pemain yang gagal bersinar, ia hanya bermain penuh 90 menit sebanyak satu kali di liga Turki sejak hengkang pada musim panas kemarin ke Fenerbahce. Katalog cedera yang ia miliki saat memperkuat Arsenal tampaknya mulai kembali ke tubuh pemain berusia 32 tahun itu, dan itu juga tidak mengejutkan.

Kemudian ada Nemanja Vidic, yang sebelumnya dipandang sebagai kehilangan besar, pemain asal Serbia itu malah anjlok di Internazionale. Ia bahkan masih belum bermain sama sekali musim ini karena mengalami cedera. Lalu Patrice Evra yang sudah mengumumkan keluar jauh sebelum Van Gaal datang.

Mungkin Van Gaal memang bisa mengeluarkan performa terbaik pemain-pemain itu dengan perubahan sederhana dari pendekatan yang ia lakukan, hal yang sama bisa dikatakan pada bintang saat ini. Pemain seperti Juan Mata, Anthony Martial dan Memphis Depay semuanya dengan cepat mengalami penurunan usai menunjukkan performa impresif di awal kepelatihan Van Gaal. Perbincangan tentang gaya bermain sudah dibicarakan banyak dan panjang.

Faktanya, lebih dari cukup banyak contoh buangan Van Gaal yang bersinar di tempat lain. Alexander Buttner tidak mendapatkan tempat dan dijual ke Dynamo Moskwa, meski ia tidak dipandang sebagai kehilangan besar, dia mungkin bisa menjadi pemain kunci saat ini setelah United terlihat melindungi bek kiri muda Cameron Borthwick-Jackson dari tekanan yang terlalu besar.

Sementara pada Hernandez, Wilson, Di Maria, Shinji Kagawa, Evans dan lainnya – belum Danny Welbeck yang cedera - fans United memiliki alat yang lebih dari cukup untuk menyerang Van Gaal. Daftar yang ada mungkin bisa tak terhingga, dan selain kiper cadangan West Brom Andres Lindegaard, akan selalu ada argumen bahwa mayoritas buangan Van Gaal akan berguna di 2015/16.

Dengan setiap gol yang masuk, setiap performa cemerlang, setiap kemunduran United, penilaian Van Gaal di bursa transfer akan dipertanyakan lebih jauh dan akan semakin mendorongnya ke pintu keluar Old Trafford.